2000 Karyawan PT GBS Ancam Mogok

 1,456 total views,  2 views today

PALI – Karyawan PT Golden Blossom Sumatra (PT GBS), direncanakan akan melakukan mogok kerja dan melakukan demo akbar. Hal itu menyusul adanya  sekitar 2000 karyawan harian dan kontrak PT GBS, belum menerima gaji sejak Januari hingga Juli 2013 sesuai dengan upah minimum, berdasarkan SK Gubernur, Nomor 107/KPTS/Disnakertrans/2013 yang telah ditetapkan.

Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT GBS, Imran Mustopa mengatakan, sekitar 2000 karyawan PT GBS, gajinya dibayar tidak sesuai dengan upah minimum yang telah ditetapkan sekitar Rp1,6 juta. Para karyawan hanya menerima sebesar Rp 1,4 juta selama tujuh bulan pertama di tahun 2013.

“Kita hanya menuntut hak-hak para karyawan. Saya mewakili para karyawan yang ada, siap mogok kerja dan demo akbar ke pihak perusahaan dan pemerintah daerah ataupun provinsi,” ujar Baim sapaan akrabnya, kepada KabarSumatera, Senin (14/4/2014).

Baim menjelaskan, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, di Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), telah melanggar keputusan Gubernur Sumatera Selatan, tentang upah minimum karyawan.

“Pihak perusahaan telah menyepelekan keputusan gubernur. Karena, sesuai UU Nomor 13 tahun 2013, Pasal 90 ayat 1 tentang ketenaga kerjaan, bahwa pengusaha dilarang membayar upah dibawah upah minimum,” lanju Baim  yang juga staf administrasi PT GBS ini.

Sambung Baim, pihaknya telah melayangkan surat laporan ke Pemerintah Kabupaten PALI. “Kita lapor ke Pemkab PALI sudah dua kali. Namun, kita belum mendapatkan respons yang nyata dari pihak terkait, untuk menindaklanjuti permasalahan upah para karyawan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas PT GBS, Paris mengatakan, manajemen PT GBS berjanji akan melakukan pembayaran sisa gaji para karyawan tersebut setelah keluarnya penolakan yang di PTUN oleh pihak Apindo terkait upah minimum tersebut.

“Saat ini kita sedang menunggu hasil final PTUN tersebut, namun apabila banding tersebut ditolak, kita dari manejemen pasti akan bayar sisa upah yang dituntut para karyawan tersebut. Tidak mungkin tidak akan bayar, kalau banding tersebut ditolak,” ujarnya saat dikomfirmasi melalui telpon.

 

Teks : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster