Pemilik Lahan Blokir Akses Lapter, Kadin PU dan Warga Nyaris Bentrok

 322 total views,  2 views today

ilustrasi blokir jalan

ilustrasi blokir jalan

PAGARALAM – Belum dilakukan ganti rugi, pemilik lahan yang terkena pembangunan jalan akses menuju lapangan terbang (Lapter) Atung Bungsu, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, melakukan pemblokiran jalan sepanjang 15 meter, Minggu (13/4).

Proses pemblokiran jalan nyaris bentrok hingga sempat memancing emosi Kepala Dinas PU Kota Pagaralam, Ir Sunarto Rohim dengan mengeluarkan kata-kata ancaman berikut menantang perkelahian. Namun insiden ini dapat dicegah Kapolsek Dempo Selatan, AKP Fadli yang datang dan langsung membubarkan warga.

Pantauan di lapangan, pemblokiran jalan dilakukan dengan meletakan batu besar, dan pohon bambu yang di susun  memanjang. Sehingga tidak dapat dilewati kendaraan besar pengangkut material pengaspalan jalan.

Kemudian proses pengaspalan pun terpaksa terhenti. Mengingat tumpukan batu berukuran besar diletakan secara berjejer itu dinilai sulit untuk dipindahkan,  sehingga tidak dapat dilalui alat berat.

“Hingga hari ini, kami sudah menunggu cukup lama proses ganti rugi lahan yang dibuat untuk jalan sepanjang 15 meter dengan lebar keseluruhan mencapai 400 meter persegi,” ujar Cicat pemilik lahan, kemarin.

Ia mengatakan, seharusnya pemerintah mesti berterima kasih, karena sudah mendapat hibah lahan 3000 meter tanpa perlu diganti rugi. Namun sekarang sudah ada kesepakatan ganti rugi lahan seluas 400 M2, tetapi sudah beberapa bulan tidak jelas penyelesaianya.

“Hampir dua tahun lamanya kami menunggu janji penggantian lahan yang telah dibuat jalan untuk pembangunan akses masuk menuju Lapter sepanjang 15 meter dengan lebar 8 meter,” ujarnya seraya berkata ada 3 kilometer lahan yang diberikan cuma-cuma, tapi minta ganti rugi sekitar sedikit saja terlalu berlarut-larut.

Sementara itu, Kapolres Kota Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK MSi melalui Kapolsek Dempo Selatan AKP Fadli didampingi Kasat Intel AKP Hendro mengatakan, dihimbau agar warga tidak melakukan anarkis, karena pihaknya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas.

“Kita minta Pemkot Pagaralan dan warga dapat menyelesaikan sengketa lahan dengan jalan musyawarah termasuk proses pergantian,” tegasnya seraya berujar penyelesaian pembebebasan lahan jalan menuju lapter hendaknya dapat segera dicarikan jalan keluarnya, agar permasalahan itu tidak meluas apalagi mengganggu Kantibmas.

Terpisah, Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni melalui Kepala Dinas PU Ir Sunarto Rohim mengatakan, bahwa pihaknya minta waktu hingga  Senin (13/4) untuk melakukan pembayaran ganti rugi lahan yang sudah dibangun jalan senilai Rp 75 juta.

“Kami akan segera melakukan penyelesaian ganti rugi lahan yang sudah dibangun jalan tersebut besok (Senin-red), mengingat hari ini libur dan tidak bisa mengambil uang untuk melakukan pembayaran ganti rugi lahan seluas 400 meter persegi,” jelasnya.

Kendati demikian kata Sunarto, ganti rugi lahan yang terkena pembangunan akses jalan menuju Lapter merupakan tanggungjawab dinas, tidak ada hubugan dengan walikota.

“Bila hal itu dianggap kurang berkenan,  apapun maunya warga akan saya layani. Bahkan saya sudah siap diberhentikan dari jabatan sebagai Kepala Dinas PU,” terang Sunarto dengan nada lantang sembari meninggalkan lokasi keributan.

 

Teks     : ANTONI STEFEN

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster