Arianto Nekat Terjun dari Lantai II PIM

 302 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi Arianto Sutriyatno (28), warga Jalan Mayor Zen, Lorong Abadi, RT 3/2, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, Palembang

PALEMBANG – Pengunjung Palembang Indah Mal (PIM), Minggu (13/4) sekitar pukul 10.00 WIB, dibuat heboh. Pasalnya, salah seorang pengunjung di pusat perbelanjaan tersebut ditemukan tewas terjatuh dari lantai dua.

Pengunjung dimaksud kemudian diketahui adalah Arianto Sutriyatno (28), warga Jalan Mayor Zen, Lorong Abadi, RT 3/2, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Dari rekaman kamera CCTV, ternyata Arianto bukan terjatuh namun bunuh diri dengan cara melompat dari lantai dua.

Dari rekaman kamera CCTV di pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Letkol Iskandar, Palembang tersebut, korban sempat berkeliling dan mengobrol dengan pengunjung lainnya di hal mal tersebut  yang  kebetulan sedang ada kegiatan.

Arianto kemudian naik ke lantai satu kemudian menuju ke lantai dua. Di lantai dua ini, ia kemudian melintasi pagar pembatas yang terbuat dari besi, lalu terjung ke bawah dengan cara menghadap kedepan.

Tubuh korban yang terjun bebas dari lantai dua tersebut, terhempas di tengah-tengah kursi yang terpasang di hall, sehingga menyebabkan kursi tersebut hancur. “Aku kiro ado (kira ada) barang yang jatuh dari lantai atas. Dak taunyo (tidak tahunya), ada pengunjung yang jatuh,” kata Adi, salah satu pengunjung di PIM yang dibincangi Kabar Sumatera.

Zulhendri, salah satu Satpam di PIM menambahkan, kejadian tersebut begitu cepat dan tidak bisa dicegah. Korban terangnya saat jatuh ke lantai dasar, dalam keadaan sudah tak sadarkan diri.

“Saat terjatuh, bagian pinggang yang pertamakali menyentuh lantai. Saat itu, ia masih bernafas namun mengeluarkan busa dari mulutnya. Sehingga kita langsung membawanya ke Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH), untuk mendapatkan perawatan medis,” ucapnya.

Namun setelah sempat mendapatkan perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSMH, sekitar pukul 11.30 WIB, korban akhirnya tewas. Korban langsung dibawa keluarganya untuk disemayamkan.

Sementara itu, Sutra (25) adik korban mengaku sudah satu terakhir korban mengalami sakit dan sering menyendiri. Namun penyakit apa yang diderita kakaknya tersebut, Sutra tak mau menjawab. Tetapi menurutnya,  korban sudah berulangkali dibawa keluarganya ke paranormal, untuk mengobati penyakit yang dideritanya tersebut. “Tetapi belum juga sembuh,” ucapnya.

Pada hari kejadian jelas Sutra, ia sekitar pukul 09,00 WIB sempat bertemu dengan kakaknya di rumah. Saat korban bilang ingin keluar rumah untuk menghilangkan stres, karenanya ia sebut Sutra kemudian memberikan uang Rp 20 ribu untuk membeli bensin.

Korban ternyata dengan mengendarai sepeda motor jenis Vespa, menuju PIM. Ditengah jalan,  orang tua korban, Yancik (56), sempat bertemu sehingga membuntuti kepergian korban.

Namun niatannya untuk membuntuti sang anak terhenti, hanya karena tidak mengantongi uang untuk membayar parkir agar bisa masuk ke areal PIM. Yancik pun kemudian memutuskan pulang ke rumah, untuk  mengambil uang dan menyusul kembali korban.  “Tetapi waktu bapak, nak ke PIM lagi, ado tetanggo yang ngabari kalau kakak di rumah sakit. Kami langsung kesano, ternyata kakak sudah meninggal,” tukasnya.

 

Teks     : OSCAR RYZAL

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster