PBB tak Percaya Hasil Quick Count

 240 total views,  2 views today

PartaI Bulan Bintang

PartaI Bulan Bintang

PALEMBANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB Sumsel menyikapi dengan dingin cuick count, yang dilakukan lembaga survei, terhadap hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April lalu. Hasil quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei, menyebut kalau perolehan suara PBB secara nasional dibawah tiga persen, sehingga tidak lolos parliemantary threshold (PT).

Parpol yang tidak lolos PT, tidak bisa menempatkan kadernya duduk sebagai anggota DPR RI, walau pun caleg bersangkutan meraih suara terbanyak. “Berdasakan quick count, PBB hanya memperoleh satu persen suara. Namun itu, bukan rujukan bagi PBB untuk menghitung suara. Kita tetap menunggu rekapitulasi resmi yang dilakukan KPU,” kata Ketua DPW  PBB Sumsel, Junial Komar, Jumat (11/4/2014).

Karenanya Junial menghimbau semua calon anggota legislatif (caleg) dan simpatisan PBB, tidak menjadikan quick count sebagai patokan. Sebab tegasnya,  real count yang dilakukan DPP PBB justru menunjukkan, perolehan suara PBB melampaui PT.

“Hasil real count yang dilakukan DPP PBB, dari 77 daerah pemilihan (dapil) di Indonesia, PBB mendapatkan 3,4 juta suara. Kita yakin, PBB bisa lolos PT,” jelas Junial  didampingi Ketua DPC Palembang, Sofhwan Hadi.

Junial mengklaim di Sumsel, PBB mendapatkan enam kursi di DPRD Sumsel. Klaim ini sebutnya, didapatkan dari hasil rekapitulasi suara C1 dari saksi-saksi yang disebar PBB di semua TPS di Sumsel. Saat ini jelasnya, rekapitulasi suara yang dilakukan sudah mencapai 90 persen.

Ia juga menyebut, hasil quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei itu, sangat berbeda jauh dengan hasil di lapangan. Di Muba misalnya, perolehan suara PBB mencapai dua persen.  Kemudian Banyuasin dari satu persen menjadi tiga persen, Prabumulih dari nol persne menjadi tiga persen, Mura satu persen menjadi empat persen.

Selanjutnya Empat Lawang mendapat dua persen, Pagaralam dua persen persen menjadi tiga persen, Muara Enim dari tiga persen menjadi empat . OKUS dari tiga persen menjadi empat persen, OKU Timur dari nol persen persen menjadi dua persen, OKI dari dua persen menjadi empat persen.

“Dari hasil itu, kita optimis bisa mendapatkan enam kursi di DPRD Sumsel. Kami juga berharap, penyelenggara pemilu, tidak melakukan jual beli suara. Karena hal tersebut, akan mencederai pesta demokrasi yang telah dilakukan masyarakat,” tukasnya.

 

Teks      : ALAM TRIE PUTRA

Editor     : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster