Mantan Kades Gugat Bupati OKU

 222 total views,  2 views today

bupati OKU Yulius Nawawi

bupati OKU Yulius Nawawi

PALEMBANG – Belum tuntas persoalan hukum yang menjeratnya dalam perkara tindak pidana korupsi dana bansos OKU 2008, kini Bupati OKU, Yulius Nawawi yang masih mendekam di rumah tahanan (Rutan) Pakjo, Palembang, harus menghadapi persoalan baru.

Ia digugat mantan kepala desa (kades) di OKU. Mantan kades dimaksud yakni Sultan Syahrir (40). Mantan Kades Gunung Liwat, OKU periode 2008 ini, Kamis (10/4), didampingi kuasa hukumnya mendatangi sental pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel). Tak hanya itu, ia juga mendaftarkan gugatan ke PTUN Palembang terhadap Yulius.

“Saya dinon aktifkan sebagai kades,  karena dituduh menggelapkan uang Alokasi Dana Desa (DAD) dan Bantuan Gubernur (Bangub) 2012 senilai Rp 45 miliar, saat saya menjabat sebagai Kades Gunung Liwat. Tentu saja, saya tidak pernah merasa menyelewengkan uang itu dan saya gunakan sesuai peruntukkannya,” kata Sultan saat dibincangi usai melapor ke SPKT Polda Sumsel, kemarin.

Sultan menyebut, ia mendatangi Mapolda Sumsel untuk melaporkan Camat Pengandonan OKU, Syarifudin, yang tidak memberikan gajinya sebagai kades selama 11 bulan. Alasan tidak diberikan gaji itu pun sama, yakni telah menyelewengkan uang ADD dan Bangub 2008. Total uang gaji yang belum diterima Sultan mencapai Rp 15 juta. “Selain itu, saja juga melaporkan bendahara desa dan kepala BPMD. Padahal, saat gaji saya tidak dibayar, saya masih tercacat sebagai kades aktif,” kata Sultan.

Dikatakan Sultan, Syarifudin menuduh dirinya menyelewengkan uang Bangub dan ADD setelah menerima laporan dari masyarakat dan LSM setempat. Namun, bukannya menyerahkan masalah itu ke ranah hukum, Syarifudin malah bergerak sendiri dengan menahan gaji Sultan selama 11 bulan.

“Dana ADD dan Bangub 2012 memang saya terima. Namun, saya gunakan sesuai peruntukkannya dan tida ada yang saya selewengkan. Buktinya, hingga saat ini, saya tidak dipenjara,” kata Sultan.

Terkait gugatan terhadap Yulius, lanjut Sultan, ia akan melayangkannya ke PTUN Palembang, Senin (14/4) nanti. Ia akan didampingi penasehat hukumnya, Mulyadi, untuk melayangkan gugatan itu.

Menanggapi adanya rencana gugatan terhadap Yulius, kuasa hukum Yulius Nawawi, Bahrul Ilmi yang dibincangi saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang mengaku mengaku belum mengetahuinya.

Jika memang itu ada, Bahrul menilai, Sultan sudah salah langkah dengan melayangkan persoalan SK penon-aktifan sebagai kades kepada Yulius, yang saat itu menjabat Bupati OKU.

“Itu memang hak dia untuk melayangkan gugatan. Hanya saja, SK itu beratas nama Bupati OKU, bukan Yulius seorang diri. Jadi, saya nilai, ia seharusnya bukan menggugat Yulius, tetapi Pemkab OKU,” kata Bahrul.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova, membenarkan adanya laporan tersebut. “Keterangan terlapor sudah dimintai dan selanjutnya kasus ini akan terus berjalan,” tukasnya.

 

Teks     : OSCAR RYZAL

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster