Diamankan Bersama PPP di Hotel Aryadutha PPK IB I Diduga Hendak Ubah Rekap Suara

 304 total views,  2 views today

Diduga Untuk Menangkan Caleg Demokrat

PALEMBANG – Belum usai penanganan carut-carut marutnya pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 di Sumatera Selatan (Sumsel), seperti tertukarnya surat suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga harus dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Kini terungkap adanya kecurangan dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Tragisnya kecurangan itu justru dilaksanakan penyelenggara pemilu yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Kecurangan dimaksud yakni, adanya dugaan merekayasa hasil rekapitulasi suara guna menguntungkan salah satu calon anggota legislatif (caleg). Itu semua terungkap saat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, berhasil membongkar dugaan rekayasa rekapitulasi suara yang dilakukan PPK Ilir Barat (IB) I, Palembang, Kamis (10/4) sekitar pukul 23.00 WIB di Hotel Aryaduta, Palembang

Ketua Panwaslu Kota, Riduansyah yang dibincangi, Jumat (11/4), membenarkan itu. Ia menyebut ada indikasi merubah hasil perolehan suara yang dilakukan PPK IB I, untuk menguntungkan salah satu caleg DPRD Kota Palembang.

Itu ditunjukkan, saat penggeledahan yang dilakukan Panwaslu, ada tiga anggota PPK IB I di dalam kamar di Hotel Aryaduta, sementara itu satu anggota PPK lainnya kebetulan saat bersamaan sedang berada di dalam kamar.

Tak hanya tiga orang anggota PPK tersebut, di dalam kamar juga ada Ketua dan Sekretaris Panitia Pemungutan Suara (PPS) di IB I. Dari 6 PPS di IB I, hanya ketua dan sekretaris PPS Lorok Pakjo yang tidak ada.

“Ada 11 orang di dalam kamar tersebut, saat kita lakukan penggeledahan. 11 orang itu, 8 orang adalah penyelenggara pemilu dan 2 orang adalah operator dadakan yang didatangkan,” sebut Riduansyah, kemarin.

Informasi yang didapatkan, saat penggeledahan yang dilakukan Panwaslu di kamar nomor 1616 Hotel Aryaduta, Palembang, Kamis (10/4) malam, ada tiga anggota PPK di dalam kamar tersebut yakni M Izhar (ketua), Sunaryo dan Matahan.

Sementara Nandha Widyawati, disaat penggeledahan dilakukan, berada di luar kamar hotel tersebut. Sedangkan Riske Handayani, tidak ikut sama sekali. “Saat penggeledahan yang kita lakukan semalam, kita menemukan sejumlah bukti yang mengarah kepada pelanggaran pidana pemilu, ” kata Riduansyah.

Saat penggeledahan juga terang Riduansyah, ada ratusan formulir C1 KWK, yang merupakan rekap hasil perhitungan suara di TPS di Kecamatan IB I. Selain itu, ditemukan juga C1 hologram, segel pada amplop surat suara yang dirusak, dan rekapan hasil perhitungan suara di laptop.

“Panwaslu juga menemukan, ada hasil perhitungan suara yang berbeda antara hasil rekap suara di sejumlah TPS yang ada di laptop dengan yang tertulis di form C1 KWK. Sehingga ada dugaan, sudah terjadi perubahan di C1 KWK,” jelas Riduansyah.

Saat penggeledahan tersebut terangnya, sejumlah barang bukti (BB) berhasil diamankan yakni ratusan form C1 KWK, empat unit laptop, dan lima unit handhone (HP) milik anggota PPK IB I dan PPS di Kecamatan IB I.

Lima unit HP tersebut ada pesan singkat, yang isinya diduga konspirasi dan transaksi yang dilakukan penyelenggara pemilu dengan salah satu caleg. “Kita juga mengecek ke resepsionis di hotel tersebut, atas pesanan siapa. Ternyata ada dua kamar di hotel itu, yang dipesan oleh salah satu caleg DPRD Kota Palembang dengan inisial AN. Kamar itu dipesan sejak 9-11 April, fhoto copy KTP pemesan dan bukti pembayaran sudah kita amankan,” ujarnya.

Anggota Panwaslu Kota Palembang, Amrullah menambahkan, anggota PPK IB I saat diklarifikasi Panwaslu, beralasan mereka berada di hotel bersama semua ketua dan sekretaris PPS di IB I, kecuali PPS Lorok Pakjo dengan alasan yang tidak sama.

Ada anggota PPK yang menyebut, mereka sengaja mengumpulkan ketua dan sekretaris PPS, untuk memberikan pengetahuan agar saat rekapitulasi suara, PPS tidak kesulitan. “Namun kalau memberikan pelajaran ke PPS, kenapa harus membawa form CI KWK yang asli yang akan dikirim ke KPU. Harusnya cukup yang form C1 KWK fhoto copy. Selain itu, ada segel pada amplop surat suara yang dirusak. Saat ini, semua BB itu diamankan di kantor Panwaslu,” ucapnya.

“Siang ini, kita akan melakukan gelar perkara dengan Gabkumdu, untuk membahas temuan ini, apakah masuk ke ranah pidana pemilu atau tidak. Namun indikasi yang kita temukan, ini mengarah ke pidana pemilu,” ujarnya.

Sementara itu komisioner KPU Kota Palembang, Syarifuddin, tidak mau berkomentar banyak terhadap temuan Panwaslu itu. Ia beralasan, KPU Palembang belum menggelar pleno untuk menyikapi persoalan tersebut.

“Namun kita minta ke pihak kepolisian dan Panwaslu, untuk tetap melibatkan PPS di IB I dalam proses rekapitulasi suara yang dilakukan hari ini (Kamis). Sedangkan untuk rekapitulasi suara ditingkat kecamatan, bisa saja kita ambil alih prosesnya dari PPK setempat,” tegasnya.

Dibincangi terpisah, Anton Nurdin, caleg DPRD Kota Palembang dari Partai Demokrat, membantah telah memfasilitasi PPK IB I di Hotel Aryaduta, untuk merubah rekapitulasi suara hasil Pileg 2014. “Memang saya yang memesan dan membayar kamar nomor 1616 di Hotel Aryaduta, tetapi hanya untuk M Izhar (Ketua PPK IB I). Dia yang minta, sebagai sahabat apa salahnya membantu,” terangnya.

Anggota DPRD Sumsel ini menyebut, kamar yang dipesannya itu bukan untuk semua anggota PPK IB I, kamar itu juga tegasnya, bukan untuk digunakan merubah hasil rekapitulasi suara pileg atas nama dirinya.

Ia juga membantah, kalau tertangkap tangan oleh Panwaslu memfasilitasi PPK IB I. “Kasus ini, sudah di politisasi. Untuk apa saya merubah hasil rekapitulasi suara, karena dari laporan DPC Partai Demokrat IB I, perolehan suara Demokrat disana mencapai 22 ribu suara. Saya yakin, hasil rekapitulasi yang dikumpulkan saksi kami, tidak akan berjauhan dengan hasil rekap yang akan dilakukan PPK,” tukasnya.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Editor    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster