Daftar Tunggu Haji Baru Kosong 13 Tahun Mendatang

 399 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

MUARAENIM – Masyarakat Muaraenim, yang ingin menjalankan ibadah haji nampaknya harus lebih bersabar agar bisa menunaikan rukun Islam ke lima tersebut. Pasalnya, daftar tunggu haji di Muaraenim melalui keberangkatan reguler melalui Kementrian Agama, baru akan kosong 13 tahun mendatang.

Saat ini menurut Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Muaraenim, Hakamuddin, calon jemaah haji yang mendaftar sekarang, baru akan bisa berangkat pada 2027.

“Kuota haji Muaraenim dari 2014-2017, sudah penuh. Artinya, jika masyarakat mendaftar haji sekarang maka mereka harus menunggu 13 tahun. Mendaftar hari ini, artinya baru bisa berangkat pada 2027 mendatang, “ kata Hakamuddin ketika dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (11/4).

Bahkan terangnya, jika masyarakat mendaftar haji bulan depan kemungkinan akan mendatakan porsi keberangkatan pada 2028 bahkan 2029. Karena menurutnya untuk kuota pemberangkatan setiap tahun untuk setiap provinsi, sudah ada kuota masing-masing.

Setelah pendaftar untuk satu tahun penuh, maka pendaftar berikutnya akan langsung dimasukan untuk tahun berikutnya. “Karena pendaftaran sudah secara online, jadi setiap saat ada saja nama pendaftar yang masuk atau mendaftarkan diri,” ujarnya.

Untuk tahun 2014, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Muaraenim sebanyak 263 orang yang sudah terdaftar. Dimana jumlah tersebut, jumlah jemaah laki-laki sebanyak 115 orang serta jumlah jemaah perempuan sebanyak 148 jemaah. Jumlah tersebut menurutnya mengalami peningkatan dari tahun lalu.

Tahun 2013, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Muaraenim sebanyak 250 jemaah. “Memang ada peningkatan atau penambahan dari tahun kemarin,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenang Muaraenim, Arkan Nurwahidin mengatakan jumlah jemaah asal Kabupaten Muaraenim, sebenarnya tidak sesuai dengan rasio jumlah penduduk berdasarkan rasio jumlah jamaah.

Karena menurutnya berdasarkan rasio penghitungan, setiap 1000 penduduk di satu wilayah,diperkirakan ada satu orang warga yang berangkat atau menjadi jemaah haji. Apalagi jumlah penduduk Muaraenim dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berdasarkan data Kemenag Muarenim, lebih kurang 500.308 jiwa.

Sehingga menurutnya,berdasarkan perkalian tersebut selayaknya Muaraenim dan PALI memberangkatkan 500 orang jemaah. “Sejauh ini yang terpenuhi baru separuh dari jumlah tersebut,” jelasnya.

Hanya saja, lanjutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab. Salah satunya adalah masalah domisili. Dimana menurutnya, tidak sedikit warga Muaraenim yang tercatat menjadi jamaah asal Kabupaten dan propinsi Lain. “Seperti warga Kecamatan Gelumbang dan Lubai, mungkin mereka lebih memilih ke Prabumulih atau ke Palembang langsung,” ujarnya.

Untuk calon jamaah yang terdaftar di Kabupaten Muaraenim sendiri tambahnya, penyebaran jumlah perkecamatan juga tidak merata. Untuk saat ini masih di dominasi dari Kecamatan Muaraenim dan Lawang Kidul. “Dibeberapa kecamatan lain malah ada tercatat hanya beberapa orang saja,” tukasnya.

 

Teks     : SISWANTO

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster