4 Kabupaten/Kota akan Pileg Ulang Akibat Surat Suara Tertukar

 235 total views,  2 views today

PALEMBANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel), merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sumsel.

Rekomendasi tersebut kata Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya, karena ditemukan ada sejumlah TPS yang surat suaranya tertukar. “Rabu malam, kita sudah menggelar rapat pleno dan memutuskan untuk memberikan rekomendasi ke KPU Sumsel agar menggelar pemungutan suara ulang hanya untuk TPS yang surat suaranya tertukar dan sudah dicoblos,” kata Andika dibincangi, Kamis (10/4) di Bawaslu Sumsel.

Sementara untuk TPS yang surat suaranya tertukar namun belum sempat dicoblos sebut Andika, tidak digelar PSU. Ia menjelaskan, Bawaslu menemukan tertukarnya surat suara ini terjadi di empat kabupaten/kota yakni Palembang, Banyuasin, Empat Lawang dan OKU.

Di Palembang, tertukarnya surat suara ini ditemukan di tiga TPS yakni TPS 53 Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Di TPS itu, ada 338 lembar surat suara untuk DPRD Palembang dari daerah pemilihan (dapil) 5, padahal harusnya di TPS tersebut surat suaranya untuk dapil 4. Dari 338 surat suara yang tertukar tersebut, 22 lembarnya sudah dicoblos.

“Kemudian di TPS 17 Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL). Di TPS ini, ada 217 lembar surat suara untuk DPRD Sumsel dari dapil 2 padahal harusnya untuk dapil 1. Sementara yang tercoblos sebanyak 105 lembar,” ucapnya.

Kejadian yang sama ditemukan di TPS 55 Kelurahan Sako, dimana surat suara untuk DPR RI dapil Sumsel 1 tertukar dengan dapil Sumsel 2, dan 33 lembar surat suaranya sudah dicoblos. Sementara surat suara yang tertukar namun belum sempat dicoblos, ditemukan di TPS 13 Kelurahan 13 Ulu.

Disini surat suara untuk DPRD provinsi dapil 1 tertukar dengan dapil 2. Hal yang sama juga terjadi di TPS 21 Kelurahan AAL, surat suara untuk DPRD provinsi dapil 1 tertukar dengan dapil 2 sebanyak 336 lembar surat suara.

“Sedangkan di TPS 2 Desa Lubuk Batang Kabupaten OKU dan TPS 26 Kelurahan Sukajadi Kabupaten Banyuasin, serta TPS di Lubuk Muntak Kabupaten Empat Lawang, kita temukan juga surat suara yang tertukar dan sudah dicoblos,” ucapnya.

“Di TPS-TPS yang surat suaranya tertukar dan sudah dicoblos itulah, kita minta kepada KPU Sumsel, untuk digelar PSU. Ini sesuai dengan Surat Edaran KPU RI Nomor 306/2014. Kita juga merekomendasikan ke KPU, untuk mengindentifikasi di TPS-TPS lain apakah ada juga surat suara yang tertukar dan dicoblos. Ini mendesak, agar bisa digelar serentak PSU nya,” tegasnya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, Riduansyah menyebut Panwaslu sudah menerima rekomendasi dari Bawaslu Sumsel. “Siang ini, kita akan menggelar pleno untuk mengambil keputusan, guna memberikan rekomendasi ke KPU Palembang terkait dengan rekomendasi Bawaslu Sumsel tersebut,” ujarnya.

Mengenai kapan kemungkinan digelarnya PSU, Riduansyah menyebut maksimal pada 15 April mendatang PSU di Palembang, sudah harus digelar. “Surat suara untuk PSU sendiri, sudah ada yakni 1000 lembar per TPS,” ungkapnya.

Sementara itu Komisioner KPU Sumsel, Ahmad Naafi menyebut, KPU Sumsel akan menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Sumsel tersebut, yang meminta KPU untuk menggelar PSU di sejumlah TPS di empat kabupaten/kota.

“KPU Sumsel, sudah menyurati sejumlah KPU kabupaten/kota di Sumsel untuk mempedomani Surat Edaran KPU RI Nomor 306 tahun 2014, terkait tertukarnya surat suara di sejumlah TPS dan PSU,” terangnya.

“Kita juga, sudah mendapatkan klarifikasi dari KPU Palembang dan KPU OKU, untuk menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Sumsel itu. Mereka kita minta untuk menggelar PSU, paling lambat 10 hari setelah 9 April,”  tukasnya.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Editor    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster