Ratusan Guru Dibuat Kelabakan

 203 total views,  2 views today

salah satu guru yang sedang melengkapi data mereka

BATURAJA – Ratusan guru di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (10/4), dibuat kelabakan oleh Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) OKU. Pasalnya,  Diknas OKU mendadak meminta mereka untuk melengkapi data, guna kelengkapan administrasi guna program sertifikasi.

Pantauan Kabar Sumatera, ratusan guru ini dibuat sibuk mengisi berkas yang diminta Diknas OKU. Bahkan, banyak tenaga pendidik ini harus rela duduk di lantai kantor Diknas OKU, untuk mengisi data mereka.

Sementara sejumlah guru lainnya, dibuat sibuk dengan berjalan hilir-mudik menuju ke salah satu ruangan dan mem fhoto copy sejumlah berkas. “Diknas OKU, meminta kita melengkapi berkas hari ini. Padahal sebelumnya, kelengkapan berkas ini ditunggu sebelum 15 April,” kata Halimah, salah satu guru yang dibincangi saat mengisi berkas miliknya di Disdik OKU, kemarin.

Halimah mengaku, berkas-berkas yang dimintakan Disdik OKU tersebut dibutuhkan sebagai kelengkapan administrasi untuk program sertifikasi. Ia sendiri sebutnya, sudah tiga kali mengikuti uji kompetensi guru (UKG) namun belum lulus. “Ya, mau tidak mau terpaksa kita harus melengkapi berkas agar bisa mengikuti UKG. Tidak apa-apa, walau dibuat kelabakan. Yang penting, bisa ikut UKG,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan, Disdik OKU, Paranto melalui stafnya, Pahri menyebut, memang permintaan kepada guru di OKU untuk melengkapi berkas administrasi mereka itu mendadak.

Hal itu jelasnya disebabkan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), sebagai lembaga yang ditunjuk oleh Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk penyelenggaraan UKG, mendadak meminta semua data calon peserta sertifikasi untuk dikumpulkan.

Awalnya memang jelas Pahri, kelengkapan berkas dan data untuk calon peserta sertifikasi ini paling lambat dikumpulkan sebelum 15 April. “Tetapi LPMP mendadak merubahnya, dan meminta untuk dikumpulkan,” ucapnya.

Ia menerangkan, di OKU sendiri UKG yang akan diselenggarakan tahun ini diprioritaskan bagi Guru TIK yang memiliki kualifikasi akademik Starata Satu (S1), peserta yang tidak lulus UKG 2013. Kemudian ditambah dengan peserta UKG 2013 dan UKG 2014, yang belum melakukan verifikasi data/.

“Di OKU, ada 264 guru yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti program sertifikasi. 264 guru ini, statusnya ada sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ada juga yang non PNS,” tukasnya.

 

Teks     : MULSIM

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster