Hewan Kaki Empat Akan Dikandangkan

 536 total views,  2 views today

hewan berkaki empat yang sedang berkeliaran

hewan berkaki empat yang sedang berkeliaran

PALI – Pemerintah Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), akan menangkap dan dan menindak tegas pemilik hewan berkaki empat seperti Sapi dan Kambing jika masih membiarkan hewan ternaknya berkeliaran di jalan-jalan.

Hal tersebut ditegaskan Lurah Talang Ubi Timur, Hairullah S.PKP, Kamis (10/4), saat merespon banyaknya keluhan warga yang resah akan keberadaan hewan tersebut.

“Ya, kami menindaklanjuti keresahan warga Talang Ubi yang gerah akan keberadaan hewan ternak kaki empat. Ini bukan lagi sebatas imbauan belaka. Tapi akan turun langsung ke lapangan mengecek gerombolan ternak di jalan dan akan menangkapnya kalau dapat. Bukannya tidak dikembalikan, namun hewan tersebut ditangkap untuk diamankan,” tuturnya.

Ia menambahkan, hal itu dilakukannya mengingat Talang Ubi Timur merupakan kelurahan dalam kota yang notabene berada di wilayah Ibukota Kabupaten.

“Wilayah kami memang kerap menjadi sorotan masyarakat. Ini lantaran, kebanyakan ternak kaki empat yang keliaran di tempat-tempat umum dalam wilayah kerjanya. Seperti, di jalan-jalan protokol (Jalan Merdeka),” ucapnya.

Karenanya, menurut Hairullah, sudah tak pantas lagi keberadaan hewan kaki empat tersebut dibiarkan pemiliknya mencari makan di jalanan. Selain mengganggu pemandangan dan arus lalu lintas, keberadaan gerombolan ternak ini juga acapkali bikin keselamatan pengendara khususnya roda dua menjadi terancam. Dan soal satu ini sudah pernah ada contoh kasus.

Dijelaskannya, hewan ternak yang berkeliaran di jalan umum sangat mengganggu, bukan hanya tak enak dipandang, tetapi bisa membuat orang yang menggunakan kendaraan celaka, lantaran keberadaan hewan tersebut di jalan. “Ini bahaya, kan dulu pernah ada yang tewas gara-gara nabrak sapi,” ulasnya.

Untuk itu, Hairullah menganjurkan, sebelum ternak di jalan ini disita untuk diamankan, alangkah baiknya para pemilik ternak sadar diri dengan mengkandangkan ternaknya. Ataupun kalau memang mau digembalakan, harus ada orang yang menggembalakannya dan itu mesti dibawa ke tempat yang jauh dari karamaian.

“Apalagi sebentar lagi kita akan menyambut HUT PALI yang pertama. Malu kita kalau masih ada ternak keliaran di Simpang Lima. Alasannya itu tadi, selain merusak keindahan kota juga dapat menyebabkan celaka. Sekali lagi kami minta kesadaran pemilik ternak, sebelum ternaknya kami amankan,” tandasnya seraya tidak bermaksud mengancam.

 

Teks     : Indra Setia Haris

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster