Caleg Stres Bisa Berobat Gratis

 239 total views,  2 views today

Ilustrasi

PALEMBANG – Calon legislatif atau caleg yang frustasi karena gagal mendapat dukungan suara dari masyarakat, kiranya bakal cukup banyak usai pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014.

Caleg yang stres atau mengalami gangguan jiwa tersebut, akibat tak terpilih bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (RS) dr Erlandi Bahar. Mereka pun, bahkan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di RS tersebut secara cuma-cuma dengan memanfaatkan program berobat gratis atau program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta.

“Selama tidak memiliki jaminan kesehatan, maka bisa menggunakan Jamsoskes Sumsel Semesta. Namun caleg atau keluarganya, harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan mendapat tanggungan Jamsoskes atau berobat gratis,” kata Kepala Seksi (Kasi) Bina Jaminan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Henny Kushardiany, Kamis (10/4/2014).

Penggunaan Jamsoskes Sumsel oleh caleg memang harus sesuai prosedur, mengingat program ini diperuntukkan bagi warga tidak mampu yang tidak tercover dalam BPJS, Jamkesmas, Asabri dan jaminan kesehatan lain. Melalui program ini, setiap warga berhak mendapatkan layanan kesehatan di seluruh puskesmas dan rumah sakit rujukan.

Caranya, hanya dengan menunjukkan bukti berupa kartu jaminan. Kartu itu dapat diperoleh setelah masyarakat mendaftarkan diri dengan melampirkan fotokopi kartu keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP).  Hanya saja, caleg tak bisa memilih jenis layanan dari RS untuk dirinya. “Kalau mau dijamin Jamsoskes, caleg itu harus dirawat di kelas III,” ujar Henny.

Untuk Kota Palembang, ada lima rumah sakit (RS) rujukan. Yakni RS Muhammad Hoesin, RS dr Ernaldy Bahar, RS Islam Siti Khadijah, RS Muhammadiyah serta RSUD Bari. Namun dari kelima RS tersebut, baru RS dr Ernaldy Bahar yang menyediakan pengobatan khusus bagi pasien dengan gangguan mental.

Bukan hanya Jamsoskes dari Sumsel, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga menanggung calon legislatif (Caleg) namun gagal terpilih sebagai anggota parlemen. Menurut Kepala BPJS Kesehatan Sumsel Divre III, Handaryo, caleg harus terdaftar sebagai peserta telebih dulu.

“Asalkan dia peserta, maka bisa diobati dan biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Seperti PNS, itu bisa gratis pakai BPJS Kesehatan. Tapi kalau dari swasta bisa dibuktikan dengan kartu sendiri,” ujarnya.

Biaya pengobatan yang ditanggung BPJS Kesehatan meliputi semua jenis. Yakni pengobatan dasar, lanjutan hingga rawat inap. Namun Handaryo menegaskan tanggungan biaya pengobatan harus didasari kebutuhan medis, bukan karena keinginan caleg.

“RS memang merekomendasi agar yang bersangkutan harus dirawat. Kalau dari keinginan caleg peserta Pileg sendiri, itu tidak ditanggung. dr Ernaldy Bahar adalah RSJ milik pemerintah, sesuai Peraturan Presiden (Pepres), RS tersebut melayani peserta BPJS Kesehatan,” tukasnya

 

Teks     : IMAM MAHFUZ

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster