Caleg Meninggal Masih Mendulang Suara

 254 total views,  2 views today

salah satu pemilih yang menggunakan hak pilihnya

salah satu pemilih yang menggunakan hak pilihnya

PALI – Pemilihan Legislatif (Pileg) yang dihelat pada 9 April lalu, menyisakan fenomena tersendiri dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahunan sekali di wilayah Kecamatan Talang ubi. Entah apakah tahu atau tidak, masih ada pemilih yang mencoblos Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang telah meninggal dunia.

Seperti diketahui, bahwa ada seorang Caleg untuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang sudah masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) dari Partai Gerindra, namun telah meninggal dunia sebelum pelaksanaan Pileg, tepatnya pada Rabu (5/3) lalu.

Caleg dimaksud adalah Alm H Nur Iswanto, yang juga Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Selatan (Sumsel).

Lantaran sudah masuk DCT dan namanya ada di surat suara, pemilih di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) masih ada yang menyalurkan pilihannya kepada almarhum.

Seperti yang terpantau koran ini saat pelaksanaan pencoblosan di beberapa TPS di kawasan Talang Ubi. Salah satunya di TPS 5 depan eks KUD, Jalan Merdeka, Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi. Di TPS ini, almarhum masih mendapat beberapa perolehan suara.

Selain mencoblos Caleg yang meninggal, diantara para pemilih di wilayah ini juga masih mencoblos nama Hj Shinta Paramita Sari SH Mhum, Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Padahal diketahui, pencalonan yang bersangkutan sudah didiskualifikasi KPU. Lantaran yang bersangkutan mundur dan lebih memilih sebagai CPNS setelah dinyatakan lulus tes CPNS K2 Pemkab Muaraenim. Seperti yang terjadi di TPS 01 Desa Benuang kecamatan talang Ubi. Shinta masih mendapatkan suara dari pemilih.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Talang Ubi, Amiruddin, melalui anggotanya M Taufiq SE, membenarkan adanya fenomena pemilih yang mencoblos Caleg yang meninggal dunia, dan calon DPD yang didiskualifikasi tersebut.  Menurut Taufiq, bahwa memang kedua nama tersebut masih tercantum di surat suara. Ini lantaran surat suara sudah lebih dulu dicetak oleh pusat usai batas akhir koreksi.

Terkait nama caleg DPR RI yang telah meninggal dunia tersebut dicoblos oleh masyarakat ataupun pihak keluarga, maka menurut dia, suara akan tetap sah dan masuk ke suara partai. “Caleg yang sudah masuk kedalam DC) kemudian dalam perjalannya meninggal dunia sebelum masa pencoblosan maka hasil suaranya kembali ke partai politik dimana sang caleg bernaung,” jelasnya.

Masih menurut Taufik, ada dua kemungkinan fenomena pemilih masih mencoblos Caleg yang meninggal dunia tersebut. Pertama, mungkin memang pemilih sudah tahu kalau nama tersebut telah meninggal, tapi tetap dicoblos entah apa karena iseng atau karena tak ada nama lain dalam pilihannya untuk dicoblos. Kemungkinan kedua, memang si pemilih benar-benar tidak tahu, kalau nama tersebut telah meninggal.

Atas adanya fenomena ini, pihaknya pun menyadari, kalau itu terjadi lantaran minimnya sosialisasi yang dilakukan penyelenggara Pemilu, termasuk pihaknya sendiri selaku penyelenggara pemilu tingkat kecamatan. “Betul, memang kami sadari minim sosialisasi. Dan memang tidak ada dananya untuk PPK melakukan sosialisasi ini,” tandasnya.

 

Teks     : Indra Setia Haris

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster