Akibat Listrik Padam Penghitungan Surat Suara Terhambat

 261 total views,  2 views today

 

Ilustrasi Pemilihan Umum | Foto : Bagus Park

Ilustrasi Pemilihan Umum | Foto : Bagus Park

MUARAENIM – Perhitungan suara pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 di tiga desa di Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim, Rabu (9/4) malam, terhambat akibat aliran listrik dari PT PLN di tiga desa itu, padam.

Pantauan Kabar Sumatera, perhitungan suara dilakukan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di tiga desa tersebut, dengan penerangan seadanya. Hal itu disebabkan, saat perhitungan suara dimulai, listrik tiba-tiba padam.

Umar, Ketua KPPS 2 Desa Kepur ketika dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (0/4) mengaku warga di desanya sempat dibuat kesal dengan pemadaman listrik tersebut. Sebab saat itu, warga di Desa Kepur sebutnya, menunggu hasil perhitungan suara.  “Listrik padam hampir satu jam, akibatnya proses penghitungan surat suara terkendala. Kita harus ekstra hati-hati, saat melakukan perhitungan suara,” terang Umar.

Dikatakan umar, pemadaman listrik itu terjadi saat KPPS 2 Desa Kepur melakuan perhitungan suara untuk DPRD kabupaten. Kondisi itu sebutnya sangat menganggu, karena perhitungan dan perekapan surat suara butuh ketelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan.

“KPU Muaraenim sebelumnya, sudah menjamin tidak akan ada pemadaman listrik selama proses perhitungan suara. Kenyataanya, listrik masih juga padam. Untunglah kami sudah menyediakan lampu emergency, sebagai cadangan kalau terjadi mati lampu,“ ujarnya.

Menurut Umar, harusnya PT PLN tidak melakukan pemadaman saat perhitungan suara Pileg. “Di Desa Kepur sendiri, ada 2.139 mata pilih yang terbesar di 5 TPS. Rinciannya, TPS 1 sebanyak 434 mata pilih, TPS 2 ada  415 pemilih, TPS 3 berjumlah 455 pemilih, TPS  ada 417 pemilih dan TPS 5 berjumlah 409 pemilih. Khusus di TPS 2, yang menggunakan hak suaranya hanya 343 pemilih, dengan jumlah pemilih khusus sebanyak 19 pemilih,” bebernya.

Sementara itu, Baharudin (63), tokoh masyarakat Desa Kepur yang dibincangi menyaksikan perhitungan suara di TPS 2 menyayangkan pemadaman listrik yang terjadi saat perhitungan suara.

Menurutnya, bukan kali ini saja PT PLN tanpa pemberitahuan tiba-tiba melakukan pemadaman.  Bahkan sebutnya, pemadaman listrik seringkali terjadi pada beberapa minggu terakhir, baik pada malam maupun siang hari. “Masyarakat kami sangat resah, sebab listrik sering padam. Anehnya, tidak mengenal cuaca bagus atau buruk, pemadaman bisa terjadi kapan pun,” ujarnya.

Kepala PLN Rayon Muaraenim, Kusumayadi yang dikonfirmasi melalui handphonenya menyebut,  pemadaman listrik yang dilakukan saat proses perhitungan suara itu terpaksa dilakukan karena salah satu gardu yang berada di Simpang Benakat, mengeluarkan percikan api.

Ditanya apa penyebabnya, ia belum bisa memastikan. Sehingga jelasnya, pemadaman terpaksa dilakukan untuk menghindari konsleting listrik. Terhadap kejadian itu, ia meminta maaf kepada masyarakat yang aktivitasnya terganggu.  “Kami minta maaf kepada masyarakat, terutama KPPS yang sedang melakukan perhitungan suara Pileg. Kejadian tersebut, tidak ada unsur kesengajaan,” tukasnya.

 

TEKS             : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster