Pesta Pernikahan Berakhir Petaka

 339 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUASIN – Pesta pernikahan antara Joni dengan Juita di Desa Pandan, Kecamatan Suak Tape, Kabupaten Banyuasin, berakhir petaka. Pasalnya, tamu yang hadir dalam pesta pernikahan tersebut harus berduyun-duyun ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin, usai menghadiri pesta pernikahan tersebut.

Ratusan tamu dan undangan yang menghadiri pesta tersebut, terpaksa berduyun-duyun ke RSUD Banyuasin, karena mengalami keracunan usai menyantap hidangan yang disediakan tuan rumah.

Informasi yang dihimpun, ada ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Pandan, Meranti dan Lubuk Lancang, yang sudah dua hari terakhir mendatangi  rumah sakit tersebut. Ironisnya bukan saja tamu undangan yang mengalami keracunan, akan tetapi kedua mempelai baik pria maupun wanita juga mengalami keracunan. Sehingga kedua pengantin baru ini, harus melewati malam pertama di rumah sakit.

Misrawati, ibu dari Joni yang dibincangi di RSUD Banyuasin mengaku, peristiwa yang dialaminya dan warga lainya sehingga berada dirumah sakit itu, bermula saat ia pergi menikahkan anak laki-lakinya yang bernama Joni dengan Juita di Desa Pandan.

”Sepulang dari acara pernikahan itu, tetangga-tetangga yang ikut mengantar dan menghadiri pernikahan anak saya, berdatangan ke rumah saya. Mereka mengaku mengalami keracunan usai menyantap hidangan yang disediakan,” kata Misrawati, kemarin (8/4) sore.

Tidak ingin terjadi apa-apa dengan tetangganya, ia pun sebut Misrawati bersama tetangganya memeriksakan kesehatan mereka di bidan,  tidak sanggup menanganinya sehingga di rujuk ke RSUD Banyuasin. “Anak saya bersama istrinya juga, terpaksa dibawa ke RSUD Banyuasin. Saat ini anak saya dan istrinya, masih mendapatkan perawatan, karena mengalami keracunan,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Dedi, warga Desa Meranti. Dedi menyebut, ayahnya, Jani, saat ini harus dirawat di RSUD Banyuasin karena mengalami keracunan usai menyantap makanan yang dihidangkan saat pesta pernikahan Joni dan Juita. “Awalnya ayah saya hanya pusing dan merasa panas, namun saat ia mau ke toilet tiba-tiba mengalami muntah-muntah sehingga langsung saya bawa ke RSUD Banyuasin,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu tenaga medis di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Banyuasin yang dibincangi Kabar Sumatera menyebut, ada ratusan warga dari Kecamatan Suak Tape, yang berdatangan ke RSUD Banyuasin, dalam dua hari terakhir karena mengalami keracunan.

“Awalnya ada 50 orang dari Desa Pandan, yang datang namun hanya menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penangan medis. Semalam, ada 30 warga lagi yang di rawat dengan keluhan yang sama. Hari ini, warga yang mengalami keracunan tersebut bertambah lagi,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster