Aroma Money Politik Pemilu di PALI, Caleg Gerindra Dilaporkan

 301 total views,  2 views today

 

Indra Patria, ketua Panwascam Talang Ubi menunjukkan kue dan uang Rp 50.000,- yang diduga dibagikan salah satu caleg dan dilaporkan ke Panwascam.

Indra Patria, ketua Panwascam Talang Ubi menunjukkan kue dan uang Rp 50.000,- yang diduga dibagikan salah satu caleg dan dilaporkan ke Panwascam.

PALI – Masa tenang dan larangan untuk tidak melakukan Money Politik nampaknya tidak digubris oleh Calon Anggota Legislatif (Caleg), untuk meraup suara demi melanggengkan menuju kuris DPRD.

Hal itu seperti terjadi di Kabupaten Penukal Abab lematang Ilir (PALI). Salah satu caleg membagikan uang saat hari pencoblosan.

Salah satu warga Kecamatan Talang Ubi yang enggan namanya disebutkan mengatakan,  salah satu caleg yang tidak dikenal warga mendapat suara cukup tinggi dibandingkan dengan caleg yang kerap datang ke rumah warga.

“Nyata sekali pak. Banyak caleg yang tidak pernah nongol tiba-tiba banyak memperoleh suara. Kan aneh pak,” kata sumber itu.

Sumber lain juga menyebutkan, untuk sosialisasi terhadap caleg tertentu biasanya mengutus timses yang berasal dari desa tersebut. Timses itulah yang diduga menyebarkan sejumlah uang dan barang. “Kalau uang Rp 100ribu ditambah barang seperti baju atau sarung atau sembako. Makanya jangan heran bila disatu TPS ada satu calon tiba-tiba mendapat suara banyak padahal si caleg tidak dikenal warga situ,” jelas sumber dari salah satu desa di Talang Ubi.

Metode pembagian uang kepada pemilih bisa langsung diberikan saat kampanye, bisa juga saat masa tenang. Timses biasanya memberikan ‘upeti’ tersebut secara langsung bersamaan dengan kartu nama caleg. Bisa juga dengan dalih uang transport saksi. Biasanya setiap TPS dibentuk saksi sebanyak 20-50 orang dan diberikan uang transport Rp 50.000 – Rp 100.000,-. Kepada saksi diberikan target harus mengumpulkan suara minimal sebanyak jumlah saksi yang dibentuk.

Adapula yang membagikan uang kepada warga tanpa kartu nama. Namun beberapa saat setelah uang dibagikan, akan ada tim lain yang menyusul dibelakangnya. “Tim inilah yang menjelaskan cara memilih calon tertentu. Sehingga kalau sampai tertangkap tidak ditemukan bukti uang,” jelasnya.

Adapula yang berkedok pengajian atau yasinan. Biasanya caleg sendiri yang membagikannya kepada penduduk. Seperti kasus yang dilaporkan ke Panwascam Talang Ubi menjelang detik-detik berlangsungnya pemilihan legislatif. Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kecamatan Talang Ubi, PALI, berhasil menemukan pelanggaran yang dilakukan salah satu calon legislatif DPRD Kabupaten Muara Enim Dapil II, dari Partai Gerindra nomor urut dua, Hj Sri Marwati, dengan modus membagikan paket kue berisi uang pecahan Rp50 ribu kepada warga.

Pelangaran ini dilaporkan warga Air Port, Kecamatan Talang Ubi, usai menerima barang bukti paketan kue berisi uang tersebut, ketika sedang mengikuti pengajian yang diselengarakan calon wakil rakyat, Selasa (8/4), di Talang Kelapo, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

“Jadi warga kita ini ikuti pengajian, setelah itu kita dibagikan kue, ternyata di dalam bungkusan kue tersebut ada duitnya. Langsung saja kita laporkan ke Panwaslu Kecamatan Talang Ubi,” terang salah satu saksi, yang tidak mau namanya ditulis kepada wartawan, Selasa (8/4).

Kapolres Muara Enim, AKBP M Aris, melalui Kapolsek Talang Ubi, AKP Zai’an ZL, didampingi Kanit Intel Ipda Soeharjo membenarkan, adanya temuan warga terhadap pelanggaran pemilu, dugaan money politik.

“Memang ada. Semuanya kewenangan ada pada Panwaslu Kecamatan Talang Ubi untuk diproses,” jelasnya.

Sementara, Ketua Panwaslu Kecamatan Talang Ubi, Indria Patria mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan warga tentang pelangaran pemilu, berikut dengan mengamankan barang bukti dua paket kue. “Barang bukti kita telah amankan, berupa dua paket kue. Satu berisi uang Rp50 ribu dan satu tinggal kuenya saja,” terang pria yang akrab dipanggil Een ini.

Een menjelaskan, hingga saat ini baru satu laporan pelangaran pemilu yang baru diterima pihaknya. “Hingga saat ini baru satu pelangaran tersebut yang kita terima, dan akan kita proses. Namun, semuanya akan kita laporkan juga ke KPUD,” tambahnya.

Indra juga tidak menampik kemungkinan terjadinya Money Politics atau pelanggaran lainnya. “Bisa saja. Tapi kami hanyak akan memproses temuan itu bila ada yang melapor dan bisa menunjukkan saksi berikut barang buktinya,” tukasnya.

 

Teks  : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster