Warga Mura Dihebohkan Bom

 470 total views,  2 views today

MUSIRAWAS – Dua hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April, warga di Kabupaten Musi Rawas (Mura), dihebohkan dengan teror bom. Teror bom itu, berawal ditemukannya tas berwana hitam yang tergeletak di pinggir jalan di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Mura, yang berada di kawasan perkantoran Agropolitan Center (AC) , Kecamatan Muara Beliti, Senin (7/4).

Informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, salah satu pegawai di Dinas PU Pengairan Mura, yang hendak menuju tempatnya bekerja menemukan tas hitam tergeletak dipinggir jalan. Namun temuan itu, tidak dilaporkan ke kepolisian.

Pukul 10.00 WIB, dua tukang ojek yang kebetulan melintas tas hitam tersebut tergeletak di rerumputan. Penasaran dengan isi tas itu, keduanya kemudian mencoba mendekatinya. Namun kedua tukang ojek ini, ketakutan saat melihat isinya karena menyerupai alat peledak.

Kejadian ini, kemudian diceritakan keduanya kepada warga. Warga pun penasaran, dan melaporkannya ke Kepolisian Resort (Polres) Mura. “Mendapatkan laporan tersebut, kita langsung mendatangi lokasi untuk mengeceknya. Saat tas itu dibuka, memang isinya bahan peledak sehingga kita langsung menghubungi Tim Jihandak (penjinak bom) Brimob Petenang, Polda Sumsel,” kata Kepala Polres Mura, AKBP Chaidir melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas, Ipda Arpan yang dibincangi di lokasi kejadian.

Pantauan Kabar Sumatera, temuan tas hitam berisikan alat peledak itu menghebohkan warga. Warga yang berada disekitar lokasi, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Mura sempat dibuat panik.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian, langsung memasang police line (garis polisi). Tak lama kemudian Tim Jihandak dari  Brimob Petenang, Polda Sumsel mendatangi lokasi kejadian. Salah satu anggota Tim Jihandak kemudian mendekati tas tersebut, dan membungkusnya menggunakan pembungkus khusus lalu dan mengamankannya ke Markas Komando (Mako) Brimob Petenang.

“Tas tersebut, sudah kita amankan. Setelah kita cek, ternyata berisikan ratusan peluru milik petugas keamanan. Pemiliknya, juga sudah menghadap. Temuan ini, sudah kita laporkan ke Kepala Satuan (Kasat) Brimob Polda Sumsel,” kata Kepala Detasemen (Kaden) Brimob B Pelopor Petanang Lubuklinggau, AKBP Bachtiar.

Ratusan peluru yang disimpan di dalam tas hitam itu dirincikannya terdiri dari 12 kotak berisi yang satu kotaknya 20 butir kaliber 5.56 4 tajam, 35 butir peluru kaliber 5.56 4TJ untuk senjata M16, tiga butir amunisi mesin ringan kailber 303, 52 butir amunisi kaliber 5.56 4 tajam, dan 21 butir amunisi kaliber 9 mm.

Lalu, satu butir amunisi cis, tiga butir amunisi karet kaliber 5.56, dan 2 butir amunisi hampa. “Selain itu, ada dua buah tabung tolak balik SS 1,  magazine tiga unit , granat asap / gas air mata merek pindad, “ bebernya seraya menyebut ratusan peluru dan bahan peledak itu disimpan di gudang senjata Brimob Petenang, untuk kemudian diserahkan ke Brimob Polda Sumsel guna dimusnahkan.

 

TEKS       : T MASRI SYAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster