Saksi Tuntut Honor ke Caleg

 216 total views,  2 views today

PAGARALAM – Menjelang pemilihan umum legislatif (pileg) 9 April nanti, hingar bingar politik semakin kerap terdengar. Salah satunya adalah mengenai orang yang ditunjuk calon anggota legislatif (caleg) untuk menjadi saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Winsi,(27) saksi yang ditunjuk salah seorang caleg Partai Bulan Bintang (PBB) mengungkapkan kekesalannya. Menurutnya, ia dan teman-temannya, sekitar 50 orang saksi caleg dari daerah pemililihan (Dapil) 1 Kecamatan Pagaralam Utara akan dibagikan honornya usai pencoblosan.

“Kata koordinatorya akan dibagikan usai pencoblosan saat caleg menerima formulir C1 dari saksi,” tutur Winsi, kemarin (7/4).

Ia menerangkan, biasanya honor saksi itu diberikan berbarengan dengan surat mandat.

“Tapi entah yang ini aturannya begini, padahal untuk saksi caleg dari parpol lain sudah ada yang dibagikan sebelum pelaksanaan hari pencoblosan,” ujarnya.

Senada dikemukakan Matsari (37) saksi TPS 02 di kelurahan yang sama, bahkan berniat untuk mengurungkan niatnya menjadi saksi caleg tersebut.

“Ya, kita jelas merasa kesal, karena yang lainnya ada yang sudah dibagikan,” katanya dengan nada sewot.

Ia mengatakan, sampai saat ini pun mereka belum tahu persis berapa besarnya honor saksi yang akan mereka terima.

“Ini menunjukan seakan caleg tersebut tidak percaya dengan suara kita,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Ir Armansyah MM saat dihubungi mengatakan, tidak ada aturan dari PBB tentang penundaan honor saksi.

“Saya tidak pernah mengerahkan seluruh caleg tentang dana saksi, karena dalam perekrutannya pun itu kewajiban caleg masing-masing,” terangnya.

Terkait hal itu, ia akan segera mengkonfirmasi kepada caleg yang dimaksud agar tau apa yang menjadi alasan honor saksi dibagikan usai pencoblosan.

“Saya akan konfirmasi dulu ke calegnya,” kata Armansyah.

Terpisah, Ketua Panwaslu Kota Pagaralam, Haidir Murni SH melalui Anggota Divisi Pengawasan Sahlan mengatakan, masalah saksi itu adalah urusan masing-masing caleg. Namun, harus dicermati juga apakah honor buat para saksi ini dapat mempengaruhi si saksi untuk mencoblos caleg tertentu.

“Kalau memengaruhi tentu saja tidak diperkenankan, tetapi jika memang saksi tersebut resmi dari partai, kan ada aturannya,” singkatnya.

 

Teks     : ANTONI STEFEN

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster