Panwas Tuding DPK tidak Sah

 174 total views,  2 views today

BANYUASIN – Setelah sebelumnya mempersoalkan jumlah pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Banyuasin, untuk Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuasin, kembali mempermasalahkan pemilih di Bumi Sedulung Setudung tersebut.

Kali ini, Panwaslu Banyuasin mempersoalkan jumlah pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK), yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuasin.  Anggota Panwaslu Divisi Pengawasan, Iswandi menyebut, DPK yang ditetapkan KPU Banyuasin tidak sah.

Alasannya, DPK tersebut tidak disahkan melalui rapat pleno. “KPU Banyuasin, tidak pernah melakukan rapat pleno untuk mengesahkan DPK tersebut. Kami tidak tahu dari mana, datangnya jumlah DPK tersebut,” kata Iswandi yang dibincangi di ruang kerjanya, Senin (7/4/2014).

Namun tudingan Panwaslu itu, dibantah oleh KPU Banyuasin. Ketua KPU Banyuasin, Dahri menyebut Panwaslu tidak mengerti hirarki organisasi. Jumlah pemilih khusus yang masuk dalam DPK tersebut jelasnya, merupakan usulan dari 17 kecamatan yang ada di kabupaten Banyuasin.

KPU terangnya, hanya meneruskan permohonan dari Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) yang ada di Banyuasin ke KPU provinsi , lalu di sharing oleh KPU RI melalui Sidalih. Sehingga keluarlah jumlah pemilih khusus di Banyuasin sebanyak 2.439 pemilih.

“Sebenarnya jumlah yang kita ajukan sesuai data dari permintaaan PPK, sebanyak 300 pemilih. Namun setelah diinput di Sidalih oleh KPU RI, jumlah pemilih khusus menjadi 2.439 pemilih,” terangnya.

KPU Banyuasin ucapnya, hanya mengusulkan. Yang menetapkan jumlah pemilih khusus ini bebernya, adalah KPU Sumatera Selatan (Sumsel).  “Di Banyuasin, ada dua kecamatan yang tidak mengajukan data pemilih khusus yakni Kecamatan Muara Sugihan dan Pulau Rimau,” tukasnya.

 

Teks    : DIDING KARNADI

Editor   : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster