PAD Ditargetkan Rp 20 Milyar

 201 total views,  2 views today

Baharudin SE

Baharudin SE

PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menargetkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi mencapai Rp20 Miliar di tahun 2014. PAD dari sektor pajak dan retribusi yang diproyeksikan itu terbilang cukup kecil.

Hal tersebut diungkapkan  menurut Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Pali, Baharuddin SE, Senin (7/4).

“Target yang dipatok merupakan target realistis. Kita tidak muluk-muluk, ini target realistis. Kalaupun nanti tidak tercapai, kita berharap tidak terlalu jauh. Pun begitu juga sebaliknya. Kita patok target ini sudah secara matang,” ujar Baharuddin.

Meki begitu, sambungnya, jika mengacu pada potensi dan objek pajak yang ada, maka diharapkan target tersebut dapat terpenuhi. Adapun objek-objek PAD dari sektor pajak diantaranya dijelaskan Baharuddin, yakni, pajak restoran, pajak reklame, pajak galian C, pajak PBB, dan lain-lain.

“Ini sepenuhnya seratus persen sudah diserahkan ke kita dalam hal pengelolaannya, terhitung 1 Januari 2014,” imbuhnya.

Sedangkan dari sektor retribusi, salah satunya adalah retribusi pasar. Menurut Bahar, ada tiga pasar yang cukup besar di PALI ini yang diandalkan dalam hal pemasukan retribusinya, yakni, Pasar Inpres di Talang Ubi, Pasar Tanah Abang dan Pasar Simpang Babat.

Selain itu, retribusi terminal dan perparkiran pun terus dioptimalkan dalam rangka penambahan PAD dari dua sektor ini. Bahkan, Bahar menambahkan, guna mendongkrak PAD, keberadaan terminal bayangan-pun sudah dibuatkan perbup-nya (peraturan bupati).

“Seluruh terminal bayangan sudah kita perbupkan. Salah satunya di simpang lima Pendopo Ya, itu juga kita optimalkan karena memang keberadaan terminal bayangan ini dapat kita manfaatkan untuk mendongkrak PAD,” jelas dia.

Optimisme pencapaian PAD tersebut diakui Bahar akan ditindaklanjuti dengan mengintensifkan penagihan. “Wajib pajak yang sudah ada harus dikejar. Terus pula dilakukan pencatatan untuk wajib pajak baru. Karena, data daftar objek pajak masih banyak yang belum tergali,” tandasnya seraya mengatakan masyarakat juga harus berperan aktif, dan semua golongan harus memenuhi kewajiban pajaknya.

 

Teks    : Indra Setia Haris

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster