Kepsek Diduga Jarang Ngajar, Tunjangan Guru SMAN 4 Dihapus

 243 total views,  2 views today

KAYUAGUNG -Sebanyak 60-an guru yang mengajar di SMAN 4 Kayuagung, Kabupaten OKI, mengaku kecewa atas tindakan kepala sekolah mereka, Hermanto, yang menghapuskan tunjangan jam mengajar, serta dana transport guru yang selama ini diterima mereka.

“Waktu jaman Ibu Sriyanti dan Pak Sukemi, kami enak dan semangat mengajar, karena ada tunjangan jam tegak, dan uang transpor bagi semua guru tanpa terkecuali, dan sejak dipimpin kepala sekolah yang baru ini semuanya dihapuskan,” kata salah seorang guru di SMAN 4 Kayuagung yang namanya minta tidak dituliskan.

Ia berkata, dari jam tegak tersebut setiap guru mendapatkan penghasilan tambahan yang lumayan, sekitar Rp250 ribuan perbulan, plus uang transpor Rp50 ribu.

“Sekarang tinggal gigit jari sejak dihapuskan itu semua. Beda nian kepemimpinan kepala sekolah yang baru ini dengan yang lama,” ujarnya.

Lanjutnya, tidak hanya sampai disitu saja, kepala sekolah yang baru ini, juga dinilai kurang perhatian dengan kegiatan ektarkurikuler di sekolah bahkan informasinya diduga pernah ingin menghapukaskan kegiatan eskul di sekolah lantaran membuang biaya saja.

Selain itu juga, sebagai kepala sekolah yang telah bersertifikasi, yang seharusnya memiliki kewajiban mengajar enam jam seminggu. Kanyataannya tidak menjalankan kewajibannya sebagai guru untuk mengajar.

“Kalau kepala sekolah dulu, dia juga ngajar, karena tahu kalau dia adalah pendidik yang telah bersertifikasi, dan  menjalankan kewajibannya mengajar selama enam jam seminggu,” ungkapnya.

Terkait tentang keluhan para guru di sekolahnya yang merasa kecewa tunjangan tersebut dihapuskan, Kepala SMAN 4 Kayuagung, Hermanto, saat dikonfirmasi melalui ponselnya tak kunjung mengangkat, kiriman pesan singkatpun tak dibalas.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, Drs Iskandar ZA, melalui Kabid Sekolah Menengah, Sabit SPd menyebutkan, mengenai dihapuskannya tunjangan jam tegak dan transportasi guru di SMAN 4 Kayuagung, mengacu pada aturan memang tidak ada tunjangan itu, lagian bagi guru PNS, bisa mendapatkan tunjangan lain melalui dana sertifikasi. Kalaupun ingin ada tambahan tunjangan, mereka maksimal harus mengajar 40 jam. Dan rasanya tidak ada guru yang bisa mengajar sampai jam tersebut” ungkapnya.

Kata Sabit, dana tersebut dinalai tak efektif dan lebih baik dialihkan untuk kegiatan operasional lainnya.

“Kalau di sekolah lain itu sudah dari dulu dihapuskan, hanya SMAN 4 Kayuagung yang baru,” katanya.
Ditanya benarkah bila kegiatan ekstrakurikuler dihapuskan?.

“Nah, kalau kegiatan ekskul tidak boleh dihapuskan, salah kalau dihapuskan” tandasnya.

 

Teks     : DONI AFRIANSYAH

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster