Bantuan Bergulir UKM Belum Terwujud

 237 total views,  2 views today

Usaha Kecil Menengah (UKM)

Ilustrasi Usaha Kecil Menengah (UKM) | Dok KS

PALEMBANG – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk memberikan bantuan dana bergulir, bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan besaran bantuan Rp 5 juta sampai Rp 10 Juta per UKM, belum akan terwujud dalam waktu dekat.

Bantuan dana bergulir ini, baru akan dilaksanakan saat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dikelola PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), beroperasi. Sementara BPR milik pemkot ini, direncanakan baru operasional pada Juni mendatang. Namun Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Harnojoyo memastikan, bantuan itu akan berjalan.

“Dananya, sudah di anggarkan melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindagkop). Insya Allah, ini akan secepatnya terealisasi sehingga bisa membuat UKM di Palembang berkembang,” kata Harnojoyo yang dibincangi, Senin (7/4).

Ia menyebut, pinjaman yang akan diberikan ke UKM itu, sifatnya kredit lunak. Sebab tidak ada agunan, untuk mendapatkannya. Bantuan ini jelasnya, diberikan tidak serentak kepada seluruh UKM yang ada di metropolis.

Nantinya terang Harnojoyo, UKM yang akan mendapatkan bantuan akan di verifikasi lebih dahulu. “Kita harapkan, dengan bantuan itu UKM di Palembang bisa berkembang, produk-produk yang mereka hasilkan bisa bersaing di pasaran,” ujarnya.

Harnojoyo mengaku, saat ini bantuan tersbeut belum bisa seceptnya di berikan. Karena, pemkot akan melakukan kerjasama dengan BPR dahulu. Katanya, bank tersebut akan mulai operasi tahun ini dibawah PT SP2J. “Untuk pemberian bantuan dana ini nanti dari Disperindagkop, yang akan melakukan pendataan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Palembang Syahrul Hefni mengatakan, dana bantuan bergulir yang akan di berikan bersifat simpan pinjam. “Kita sudah siapkan form formulir untuk UKM mendaftar ke Disperindagkop, sebelumnya UKM tersebut mendaftar ke pihak kecamatan tempat mereka tinggal,” bebernya.

Sambung Syahrul, untuk merealisasikan bantuan tersebut, pihaknya masih menunggu beroerasinya BPR, “Informasi dari PT SP2J, BPR akan beroperasi bulan Juni mendatang, dan saat ini kami masih menunggu dari UKM yang akan mendaftar bantuan simpan pinjam tersebut,” katanya namun tanpa menyebutkan berapa jumlah UKM yang terdata di Kota Palembang.

Syahrul menghimbau, agar pelaku UKM bisa mendaftar langsung ke Disperindagkop. Untuk melakuan Verifikasi yang tidak lain bantuan ini bisa tepat sasaran. “Kami data dahulu dan dilakukan survei oleh tim. Layak atau tidak UKM tersebut medapatkan bantuan simpan pinjam tersebut,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster