63 Pelajar Terjaring Dugem, Wabup OKU Dibuat Berang

 375 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

BATURAJA – Terjaringnya 63 pelajar SMP di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang asyik “dugem”, oleh Kepolisian Resort (Polres) Mura, Sabtu (5/4) malam, membuat Wakil Bupati (Wabup) OKU, Kuryana Aziz, berang.

Orang nomor dua di OKU ini, akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) OKU beserta semua kepala sekolah (Kepsek), yang siswanya kedapatan dugem di salah satu cafe di Baturaja.

Pemanggilan itu kata Kuryana, untuk meminta penjelasan dari Kepala Disdik dan semua kepsek, kenapa sampai ada puluhan pelajar SMP di OKU yang terjaring razia penyakit masyarakat.

“Saya belum dapat laporannya, namun Kepala Disdik dan semua kepala sekolah akan saya panggil untuk dimintai penjelasan. Kejadian, tidak seharusnya terjadi jika ada pengawasan dari sekolah,” kata Kuryana dibincangi, Senin (7/4/2014).

Sekolah tegas Kuryana, harus memberikan pengawasan kepada anak didiknya. Kejadian itu menurut Kuryana, sudah mencoreng nama baik dunia pendidikan di OKU. Karenanya kedepan tegas Kuryana, kejadian yang sama jangan  sampai terulang. “Sebab itu, pihak sekolah harus memberikan pembinaan terutama terhadap ahlaq anak didiknya. Sehingga kejadian-kejadian seperti itu, jangan sampai terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik OKU, Mahyudin Helmi, menyesalkan adanya puluhan pelajar di OKU yang terjaring razia oleh pihak kepolisian, saat menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di salah satu cafe di Baturaja, Sabtu malam.

Ia memastikan, kedepannya pengawasan terhadap pelajar di OKU akan lebih diperketat dan memperbanyak pembinaan. Namun kata Mahyudin, kejadian itu tidak sepenuhnya kesalahan sekolah.

“Sekolah sebenarnya sudah maksimal untuk membina dan melakukan pengawasan, namun sekolah tidak bisa mengontrol siswanya 24 jam, waktu mereka justru lebih banyak dihabiskan di rumah. Karenanya pengawasan dari orang tua, harus lebih maksimal,” ucapnya.

Ia menyebut, kejadian ini murni kelalaian wali murid yang tidak mengontrol pergaulan anaknya di lingkungan sekitar. Kedepannya tegas Mahyudin, ia akan turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pengarahan.

“Kami akan turun langsung ke sokolah untuk memberikan pengarahan, dan pembinaan. Saya rasa kami sudah maksimal, hanya saja ada yang salah dalam pergaulan pelajar di lingkungan rumah mereka,” tukasnya.

 

Teks     : MUSLIM

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster