Usai Gempa Banjir Bandang Menerjang Warga

 145 total views,  2 views today

banjir bandang yang menerjang setelah gempa

banjir bandang yang menerjang setelah gempa

MUARADUA – Bencana, nampaknya terus masih belum lari dari Kabupaten OKU Selatan. Usai diguncangi gempa, berkekuatan 5,4 skala richter (SR), Senin (31/3) lalu, kali ini warga di Desa Kota Batu, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan “diterjang” banjir bandang. Padahal saat ini masyarakat di daerah tersebut, masih didera ketakutan akan terjadinya gempa susulan.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, Minggu (6/4), banjir bandang tersebut sudah terjadi sejak Sabtu (6/4) lalu. Hingga kemarin, banjir masih merendam puluhan rumah penduduk di Desa Kota Batu.

Banjir bandang tersebut mengancam 60 kepala keluarga (KK) untuk hidup di pengungsian, namun sampai saat ini sebagian warga masih bertahan di kediaman walau rumah mereka terendam air ke batas lutut orang dewasa.

Kepala Desa (Kades) Kota Batu, Herli Badri yang dibincangi kemarin menyebut, banjir bandang tersebut terjadi Sabtu (5/4) sekitar pukul 19.00.WIB. “Banjir ini, merupakan air kiriman dari Liwa, Lampung Barat. Saat itu, ketinggian airnya mencapai dua meter. Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, ketinggian air kembali turun,” jelas Herli.

Namun di tengah malam terang Hari, talut (tanggul penahan air) yang ada di desa tersebut jebol. “Warga kemudian dengan bergotong royong, memperbaki tanggul penahan air agar air tidak menggenangi pemukiman warga,” ucapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan H Iskandar melalui Kepala Pelaksana BPBD, Mahfi Abubakar ketika di konfirmasi membenarkan adanya bencana tersebut.

“Saat ini, ada sekitar 12 rumah yang terendam banjir, yang terparah terjadi di Dusun V, Desa Kota Batu. Selain rumah penduduk, banjir juga merendam sejumlah fasilitas publik seperti Polindes, gedung SMA, kantor UPTD Dishub dan kantor UPTD PDAM,” kata Mahfi.

Saat ini jelasnya, BPBD dibantu pihak kecamatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), TNI serta masyarakat, bahu-membahu membahu memperbaiki talut yang jebol akibat dihantam banjir bandang.

Namun perbaikan talut tersebut terangnya, masih bersifat sementara. Karena talut yang dipasang, merupakan tumpukan karung yang berisikan pasir. “Tetapi talut darurat ini, tidak akan bisa bertahan lama. Karenanya dinas terkait, kita minta untuk segera memperbaiki talut sehingga air tidak terus menggengani pemukiman warga,” ucap Mahfi.

Dibincangi di tempat yang sama, Sekretaris Camat Warkuk Ranau Selatan, Fathan mengaku, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk membantu perbaikan talut. “Perbaikan yang dilakukan saat ini, sifatnya sementara. Kita juga, saat ini dibantu warga sedang melakukan pembersihan usai banjir bandang menerjang,” tukasnya.

 

TEKS       : FITRI

EDITOR    : DICKY WAHYUDI 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster