Tanah Saya Diserobot PT SJP

 406 total views,  2 views today

Heri Sobli menunjukkan gambar lahan miliknya.

Heri Sobli menunjukkan gambar lahan miliknya.

KAYUAGUNG – Warga Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Menang OKI, Heri Sobli mengaku lahan miliknya seluas 168 x 2.900 meter yang terletak di Talang Kebape Desa Gajah Mati sebagian telah digusur dan diambil oleh pihak perusahaan Selapan Jaya Permai (SJP)

Modusnya, setiap kali perusahaan melakukan pengukuran dengan pihak masyarakat yang melepaskan haknya kepada pihak perusahaan yang secara kebetulan berbatasan dengan tanah miliknya, tanah miliknya seluas sekitar 33 hektar terus berkurang hingga hanya tertinggal sekitar 18 hektar, tak sampai disitu, lahan milik Heri Sobli yang di inklap dari perusahaan justru telah digarap oleh perusahaan tanpa ada proses ganti rugi kepadanya selaku pemilik yang sah.

Heri berkata, pola ini merupakan hasil kerjasama pihak perusahaan dengan kepala desa dan tim desa yang bertugas melakukan pengukuran sehingga tanah yang seharusnya dapat diusahakan untuk keperluan hidup

“Tanah itu saya peroleh dari hasil pembelian dengan saudara Merjan Sekok pada tahun 2006, lahan ini merupakan hasil waris yang sudah dibagi-bagi bersama sesuai dengan kesepakatan, dan saya ada suarat jual belinya,” ujarnya seraya menunjukan surat jual belinya

Dikatakan Heri, tanah miliknya yang terletak di blok 190 -191 ini awalnya akan diganti rugi oleh pihak perusahaan senilai Rp 7 juta per hektar, namun dirinya menolak tawaran tersebut karena dinilai terlalu murah.

“Awalnya pihak perusahaan sudah mau gantirugi Rp 7 juta/hektar tapi saya minta Rp10 juta perhektar karena tidak cocok harga saya tidak mau,” katanya.

Namun setelah tidak lama kemudian tiba-tiba pihak perusahaan menyerahkan hasil pengukuran kepada di lahan tersebut dan menyatakan lahan milik Heri hanya tinggal 18 hektar, dan anehnya lagi lahan tersebut saat ini juga sudah digarap oleh pihak perusahaan.

“Seluruhnya sudah digarap oleh pihak perusahaan, saya sudah berulangkali mempertanyakan hal ini kepada kades dan pihak perusahaan namun informasinya simpang siur dan saling menyalahkan, menurut kades perusahaan sudah kelebihan menggarap lahan, sedangkan menurut perusahaan lahan saya sudah dibebaskan, tapi kepada siapa pembebasannya,” ujar Heri.

Lanjut Heri, ia meminta kepada Pemkab OKI agar dapat menengahi persoalan lahan miliknya yang telah terlanjur digarap oleh pihak perusahaan, sebab dirinya selaku pemilik lahan tidak pernah sama sekali menerima ganti rugi.

“Dalam permasalahan ini saya pribadi tidak senang atas perampasan, perusakan yang dilakukan  PT SJP, saya juga menuntut segala bentuk kerugian baik materil maupun non materil yang timbul akibat tindakan perusahaan,” ujarnya.

Kepala Bagian  Pertanahan Pemkab OKI, Suhaimi mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari warga Gajah Mati atas nama Heri Sobli, namun demikian pihaknya masih akan mempelajari laporan tersebut.

“Suratnya sudah kita terima, kita akan pelajari terlebih dahulu dan kita akan koordinasikan dengan camat diwilayah tersebut,” tandasnya.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster