Sosialisasi Pelaksanaan Pileg KPU Sisir TPA & Kampung Baru

 244 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Mendekati hari pemungutan suara Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), memaksimalkan sosialisasi kepada segmen pemilih di Kota Palembang dan sekitarnya, terutama bagi warga marginal yang tinggal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan dan eks lokalisasi Kampung Baru, Minggu (6/4/2014).

Komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilih dan Humas, Ahmad Naafi menyebut, KPU memaksimalkan sosialisasi langsung kepada pemilih termasuk komunikasi langsung dan memanfaatkan media massa, untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurut Naafi, sosialisasi dilakukan di semua segmen termasuk kaum marginal, masyarakat pinggiran, kaum disabilitas bahkan eks lokalisasi Teratai Putih. Tujuannya, agar pemilih paham dan sadar, untuk menggunakan hak suaranya.

“KPU memanfaatkan waktu yang sudah dekat ini, walaupun kami baru bekerja hanya dalam hitungan bulan. Tetapi Insya Allah dengan sosialisasi ini, kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak suaranya pada 9 April mendatang bisa semakin meningkat,” kata Naafi.

Naafi menerangkan, jika beberapa warga marginal di Sukawinatan dan eks lokalisasi ternyata banyak yang belum terdaftar sebagai pemilih. Meskipun begitu, ia memastikan jika warga yang memenuhi syarat administrasi, tetap bisa menggunakan hak pilihnya di tempatnya berdomisili.

Dijelaskannya Naafi, meskipun mereka dianggap orang yang terpinggirkan, akan tetapi suara mereka juga menentukan bangsa dan negara ini kedepan.  Naafi menambahkan, pihaknya menghimbau kepada warga yang telah terdaftar sebagai pemilih pada Pileg nanti, untuk benar-benar menggunakan hak pilihnya dan jangan sampai golput. “Makanya, pilihnya wakil rakyat yang benar, tentukanlah siapa calon yang akan dipilih, dari beberapa pilihan yang ada, dan terpenting jangan golput,” pesannya.

Sementara, Ketua RT 68 Sukawinatan, Somad menerangkan dari sekitar 380 warganya yang memenuhi syarat memilih, terdapat sekitar 80 orang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di RT nya. Namun terangnya, mereka justru masuk dalam DPT di RT 91.

“Kita tidak tahu kenapa dipindahkan ke Rt tetangga, akan tetapi itu tidak terlalu masalah, karena tetap memiliki hak pilih,” sebut Somad, seraya mengaku hal itu sempat diperotes warganya.

Somad menambahkan, karena dialihkan ke TPS lain, maka warganya tersebut tidak bisa memilih di RTB tempatnya berdomisili, mekipun memiliki bukti diri (KTP). “Mereka memang banyak kecewa tetapi itu hanya dialihkan atau dibagi ke TPS lain,”ucapnya didampingi Ketua RW 10 setempat, Johan.

Ditempat berbeda, Ketua RT 29 di lokasi eks Teratai Putih, Sampani Kuadrat mengaku warganya baru mendapat sosialisasi pemilihan sekali ini, dari KPU Sumsel. “Kita baru sekarang didatangi pihak KPU untuk sosialisasi memilih yang benar, dan hanya satu caleg yang sosialisasi kesini juga,” bebernya.

Sampani mengatakan, pada Pileg tahun ini, warga di dua RT eks lokalisasi Teratai Putih, yaitu RT 27 dan 28 hanya 364 yang terdaftar sebagai pemilih, dan banyak yang tidak terdaftar.

“Masih banyak kelurga yang belum terdaftar, karena acuan untuk masuk daftar pilih, haruslah warga yang memiliki KTP asal Palembang, padahal disini banyak datangan, sehingga tidak bisa di daftarkan meskipun kita sudah berusaha mendaftarkannya untuk menekan golput,”tandasnya.

 

TEKS      : DICKY WAHYUDI

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster