Pemekaran Harus Berimbas Terbukanya Lapangan Kerja

 274 total views,  2 views today

tokoh pemuda PALI Edy Suprianto Oemar SH

tokoh pemuda PALI Edy Suprianto Oemar SH

PALI – Pemekaran Kabupaten Penukal Aba Lematang Ilir (PALI),  yang hampir memasuki tahun kedua seharusnya memberikan imbas pada penyerapan tenaga kerja.

Dengan dibentuknya pemerintahan sendiri, sudah seharusnya akan memberikan daya tarik bagi investor dalam menanamkan modalnya di Bumi Serepat Serasan ini.

Masuknya investor sudah barang tentu akan membuka lapangan kerja yang ujungnya akan mengurangi pengangguran. Pemerintah sudah sepatutnya memberikan ruang atau kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal dalam mengisi peluang yang ada.

Demikian intisari dari perbincangan Kabar Sumatera dengan tokoh pemuda PALI Edy Suprianto Oemar SH di Talang Ubi, Minggu (6/4).

Edy yang merupakan alumni Universitas Jalabadra Yogyakarta ini menilai, sudah saatnya tenaga kerja lokal mengambil peranan dengan ikut ambil bagian dalam proses investasi di kabupaten PALI.

“Harus ada kebijakan agar ada daya tarik investor untuk berusaha disini. Bisa dalam bentuk regulasi atau perda yang membuat nyaman investor untuk datang. Karena investasi yang masuk akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal,” terang Edy.

Selain mengeluarkan regulasi yang memudahkan investor, Edy juga berharap pemkab dapat mengiringi regulasi tersebut dengan ‘memaksa’ perusahaan yang datang untuk merekrut tenaga kerja lokal.

“Disinilah pentingnya DPRD yang kuat. Agar mampu melahirkan produk perda yang memberikan peluang investasi. Karena bisa berimbas pada pengurangan pengangguran,” jelasnya.

Edy memahami bila saat ini, tenaga kerja lokal masih tertinggal dalam keahlian yang dimilikinya. Namun ia menganggap, ketertinggalan tersebut masih bisa dikejar dengan dibangunnya Balai Latihan Kerja (BLK).

“Ingat, di PALI ini ada puluhan perusahaan yang bergerak dibidang perminyakan dan pertambangan. Tapi lihat sendiri, BLK kita tidak punya, SMK saja baru ada dua. Artinya kita butuh percepatan peningkatan kualitas tenaga kerja. Saya yakin, kalau sudah ada BLK skill atau keahlian pekerja kita akan meningkat,” papar salah satu tokoh pemekaran PALI itu.

“Anda bisa lihat, kalau siang hari ribuan anak sekolah memenuhi jalanan. Perlu diketahui, mereka ini nanti akan butuh kesempatan kerja. Karena itu, kita butuh persiapkan mereka agar nantinya bisa menjadi tenaga ahli yang dibutuhkan oleh investor yang bakal masuk” tambahnya.

Edy berharap komposisi DPRD Kabupaten PALI nanti akan diisi oleh anggota yang cerdas yang mampu menyikapi permasalah secara dini dan menyikapinya dengan bijak.

“DPRD itu kan produknya perda, kita harapkan nanti DPRD kita dapat menyikapi persoalan tenaga kerja ini secara bijak. Produk perda-nya berpihak pada terbukanya investor yang masuk sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal,” ungkap Edy.

 

Teks    : Indra Setia Haris

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster