Belum Ada Penetapan Tersangka

 295 total views,  2 views today

PALEMBANG – Sengketa  penggelapan dana kampanye senilai Rp 1 miliar yang dituduhkan kepada Husni Thamrin, mantan Calon Wakil Walikota (Cawawako) Palembang  terus berlanjut.

Namun saat ini, Direktorat Reserse Kriminal khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), belum menetapkan tersangka, terkait penggelapan dana kampanye yang dilaporkan Mularis Djahri (MD), Mantan Calon Wakil Walikota (Cawako) Palembang.

Kepala Bidang Hubungan Nasyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, pihaknya yang menangani kasus ini masih sebatas mendalami perkara dengan memeriksa saksi.

Diantara saksi-saksi itu, MD dan Husni termasuk didalamnya. Bahkan, Polda Sumsel sudah mengadakan gelar perkara untuk memetakan pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Gelar perkara yang kita lakukan beberapa waktu lalu adalah dengan membacakan hasil pemeriksaan termasuk hasil konfrontir antara pelapor dan terlapor. Namun, kita belum menemukan bukti untuk menjerat siapa tersangkanya,” kata Djarod, Minggu (6/4/2014).

Disinggung apakah perkara ini akan dihentikan dengan dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), lanjut Djarod, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Itu terjadi apabila dalam pemeriksaan tidak ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat pihak sebagai tersangka.

Meski hingga saat ini belum ada penetapan tersangka, Djarod memastikan, perkara ini terus didalami Ditreskrimsus Polda Sumsel. Adapun langkah yang diambil dengan memeriksa beberapa saksi lanjutan.  SP3 juga belum dikeluarkan sehingga perkara ini masih terus diproses.

Untuk diketahui, MD Center melaporkan Husni telah melarikan uang senilai Rp 1.075.000.000 saat pencalonan keduanya menjadi Walikota dan Wakil Walikota Palembang.

Menurut pengakuan MD Center, saat itu, Husni diberikan uang tersebut untuk kepentingan kampanye. Oleh Husni, Rp 800 juta dibelikan Toyota Alphard dan sisanya masih ditangannya.

Begitu masa pilwako habis dan tidak terpilih menjadi Walikota Palembang, MD Center bermaksud meminta kembali uang tersebut. Karena Husni menolak, MD Center melapor ke SPKT Polda Sumsel.

Husni yang merasa nama baiknya dicoreng lantaran laporan dari MD center, Husni pun melaporkan Md Center balik ke Mapolda sumsel. Ia mengaku, tidak pernah menerima uang sepeser pun dari pihak MD Center.

 

Teks    : Oscar Ryzal

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster