Kejari Targetkan Dua Kasus Korupsi

 156 total views,  4 views today

PAGARALAM - Upaya meningkatkan kinerja, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam, targetkan dua kasus korupsi di 2014. Adapun pengusutan tindak pidana korupsi dimaksud, diantaranya korupsi pupuk bersubsidi dan kasus pengangkatan  calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Pagaralam tahun 2009. Hal itu dikemukakan Kejari Kota Pagaralam Ranu Indra SH MH didampingi Kasi Intel Syahril Seregar SH, kemarin (4/4).
Menurutnya,  untuk kasus pupuk bersubsidi sejauh ini tengah menunggu hasil audit  BPKP guna mengetahui berapa kerugian negara akibat penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani di Bumi Besemah ini.
"Kasus pupuk sudah ada dua tersangka yang hanya tinggal menunggu hasil audit untuk dilakukan penangkapan atau penahanan," ungkapnya.
Sementara pengusutan kasus CPNS lanjutnya, masih menunggu hasil kasasi yang diajukan pihak pemkot terhadap surat keputusan (SK) pemberhentian terhadap 10 pegawai yang sudah di pecat, karena melakukan pemalsuan indentitas.
"Hasil pemeriksaan polisi lebih mengarah kepada tidak pidana umum (Pidum) terkait pemalsuan data, sedangkan yang kita tangani masalah tidak pidana korupsinya," terangnya seraya berujar kalau korupsi lebih fokus kepada pembuatan SK pengangkatan PNS sejak 2009 hingga 2012 setelah pemberhentian.
Kendati demikian kata dia, saat SK pengangkatan diterbitkan tentunya menggunakan uang negara melalui APBD baik itu gaji, tunjangan masupun lainnya. Sementara keberadaan mereka sebagai pegawai di jajaran Pemerintah Kota Pagaralam tidak diakui negara.
"Antara kasus pupuk dan CPNS bila di kalkulasikan, negara mengalami kerugian hingga miliaran. Namun begitu, kita tetap menunggu hasil audit untuk memastikannya," ucapnya. Menurutnya kemungkinan kasus pupuk pertengahan Juni 2014 selesai pemeriksaannya karena tinggal menunggu hasil audit BPKP, selanjutnya dilakukan penangkapan dan penahanan tersangka.
Proses pengusutan kasus ini sambung Syahril Seregar, hanya tinggal menunggu waktu  dan hasil audit, kemudian langsung dilimpahkan untuk disidangkan.
"Sedangkan kasus CPNS sifatnya hanya menunggu limpahan dari Polres dalam proses pengusutannya," kata Syahril dengan nada sedikit meyakinkan.
TEKS     :ANTONI STEFEN
EDITOR    :RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster