Hindari Amukan Massa Rekon Pembunuhan Terpaksa Digelar di Polsek

 280 total views,  4 views today

Rekontruksi pembunuhan dengan korban Johan Rernandos (35), di Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Serengam I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang

Rekontruksi pembunuhan dengan korban Johan Rernandos (35), di Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Serengam I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang

PALEMBANG – Rekontruksi pembunuhan dengan korban Johan Rernandos (35), di Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Serengam I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, terpaksa  digelar di halaman Mapolsek IB II Palembang, Jumat (4/4).

Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menghindari amukan massa dari pihak keluarga korban.

Dalam rekon tersebut dilakukan sebanyak 21 adegan dengan diperankan langsung oleh tiga tersangka asli dan satu tersangka pengganti lantaran dari 4 pelaku, satu pelaku masih DPO.

Adegan pertama pada rekontrukasi terlihat korban sedang duduk bersama Dedi, Ferdi, dan Roni sa,bil ngobrol di Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Serengam I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang. Tiba-tida datang dua tersangka datang dengan sepeda motor yang di kendarai oleh tersangka M. Fajar di dekat korban ini di peragakan pada adegan ke dua.

Selanjutnya pada adegan ke tiga tersangka adanya komunikasi korban Johan dan kawan-kawan.

Dalam adegan ke empat, entah apa ya dipikirkan, kedua tersangka meminjam celurit pada Ipeng dan Riki membacok sendiri tangan kirinya dan menyimpan celurit tersebut di pinggang.

Terlihat di adegan kelima dan keenam saat Riki sempat ribut dengan korban  hendak mengambil sepeda motornya dan sempat dilerai oleh saksi Dedi, selanjutnya tersangka Riki dan Fajar pulang mengendarai sepeda motornya.

Setelah pulang Riki dan Fajar bertemu dengan salah satu tersangka Deni, dan Riki mengambil senjata tajam tenis tombak dan samurai yang di simpan di rumahnya, sementara samurai yang Riki ambil diberikan kepada Fajar sementara celurit kepada Deni dan tombak untuk dirinya sendiri. Hal ini di peragakan pada adegan ke sembilan.

Setelah semuanya memegang sajam, ketiganya langsung mendatangi korban sengan berjalan kaki, hal ini di peragakan pada adegan ke sepuluh.

Terbukti pada adegan keduabelas  ketiga tersangka yang sudah tiba di tempat korban sedang duduk langsung menyerang secara bertubi-tubi dan terligat tersangka Riki yang pertama kali menusukan tombak tersebut megenai paha kiri korban dan mereka mendatangi korban Johan.

Sementara apa adegan ke lima belas korban Johan yang tak mampu mengimbagi ketiga tersangka berusaha meghindar dibalik besi rumah warga, dan pada adegan selanjutnya terlihat tersangka Riki masih mengejar Johan.

Sementara itu salah satu rekan Korban Dedi datang membantu korban dengan megunakan sebatang bambu menghalo tersangka Riki agar berhenti melakukan penusukan, sesaat ketiga tersangka langsung melarikan diri kearah Lorong sawah, Kelurahan 32 Ilir.

Setelah ketiga tersangka melarikan diri Dedi berterian sehingga Roni yang sudah meninggalkan TKP datang kembali hingga megetahui korban Johan terkapar bersimbah darah, hingga keduanya melarikan ke Rumah Sakit hal tersebut terlampir dalam adegan ke sembilan belas.

Diadegan ke duapuluh dan duasatu, ketiga tersangka menuju jembatan musi dua dan membuang senjata tajam yang mereka gunakan ke Sungai musi dari atas jembatan musi dua. Sementara tombak besi yang patah tertinggal di TKP.

Kapolsek IB II Palembang, Komisaris Polisi (Kompol) Tukino megatakan  rekontruksi digelar untuk melengkapi berkas pemeriksaan para pelaku, sementara satu pelaku masih buron.

“Terpaksa rekontruksi kita gelar di Mapolsek IB II, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan karena di TKP yang sebenarnya ramai penduduk, jadi untuk memperlancar jalanya rekontruksi, rekontruksi kita adakan di Polsek IB II” jelasnya.

Dilanjutkanya,  rekontruksi dilakukan sesuai keterangan saksi dan pelaku pada proses penyidikan, dan tidak dibuat-buat oleh tim penyidik.

“Kita jalankan sesuai hasil pemeriksaan, tidak ada yang kami buat-buat, kami hanya melakukan apa yang sebarusya kami lakukan,” tukas Tukino.

 

Teks        : Oscar Ryzal

Editor       : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster