APA DAN SIAPA Febuar Rahman,SH. Caleg DPR RI Dapil Sumsel-1 (PKPI)

 409 total views,  2 views today

Febuar Rahman,SH

Febuar Rahman,SH

“Blusukan” dengar Keluhan Pedagang

PALEMBANG – Gaya ‘blusukan’ sepertinya masih terus dilakukan oleh sejumlah Calon Legislatif (caleg) di berbagai daerah. Kali ini, Febuar Rahman, SH, salah satu caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel-1 juga melakukan kunjungan ke Pasar Cinde Palembang, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, mantan aktifis 1998 yang ikut andil dalam aksi menurunkan rezim Soeharto ini, guna mendapat informasi dari sejumlah pedagang.  Sebelumnya, caleg dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) nomor urut 02 ini, telah mengunjungi beberapa pasar di Kota Lubuklinggau dan pasar tradisional di kabupaten dan kota di Sumsel. Tujuannya

menurut Febuar, untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi rakyat, terutama dari kalangan pedagang.

“Kalau tidak turun langsung kita tidak pernah akan mendengar keluhan  mereka. Hanya dengan cara seperti ini, setiap caleg, atau yang sudah duduk jadi anggta dewan juga punya kewajiban untuk turun dan mendengarkan aspirasi rakyat. Kalau hanya duduk di kursi kekuasaan, bagaimana mungkin mereka akan mengetahui keluhan rakyat,” ujarnya saat dibincangi Kabar Sumatera (KS) di lokasi, belum lama ini.

Selain mendengarkan aspirasi rakyat dari kalangan pedagang, suami dari Endang Rahmawati, SH ini juga banyak mendapat  masukan, usul dan saran dari kalangan pedagang. Sebagian pedagang mengeluh terhadap menjamurnya pemodal besar yang membuka pusat-pusat perdagangan modern.

Menurut para pedagang, masuknya usaha waralaba telah menghancurkan pasar tradisional. “Oleh sebab itu kami mohon untuk mendapat jalan keluar agar pedagang seperti kami ini tidak terancam oleh mini market dan pemodal besar,” ujar salah satu pedagang di Pasar Cinde.

Akibat masuknya pusat-pusat pembelanjaan modern, para pedagang juga mengaku ada penurunan omzet. Menurut mereka, pasar tradisional kalah bersaing dengan pusat pembelajaan modern yang didukung para pemodal besar. “Kami kalah bersaing, Pak dengan pasar modern,” ujarnya.

Pada kesempatan itu para pedagang mengadukan kepada Febuar Rahman tentang kelayakan lokasi berjualan yang tidak sehat. Oleh sebab itu, kepada Febuar Rahman, para pedagang mendesak agar para caleg untuk dapat memperjuangkan nasib pedagang. “Kami minta agar para caleg segera mendesak untuk dilakukan perbaikan fasilitas, supaya tempat kami berdagang juga layak dan nyaman,” ujar pedagang lainnya.
Menanggapi hal itu, Febuar mengakui banyak pasar tradisional yang sudah tidak layak untuk berjualan. Hal itu disampaikan setelah Febuar mengunjungi sejumlah pasar tradisional di kabupaten dan kota di Sumsel. “Memang yang saya lihat, kita masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai, terutama yang terkait langsung dengan pembenahan fasilitas pasar tradisional. Banyak pasar tradisional di Sumsel yang sudah tidak layak, dan perlu segera dibenahi, karena jauh dari standar kelayakan sebagai pasar yang nyaman,” ujarnya.

Menurut Febuar,  jika kondisi itu tidak segera diperbaiki, 10-15 tahun ke depan Indonesia akan tertinggal jauh dengan bangsa lain dalam tata kelola fasilitas umum. “Bahkan bisa jadi akan jauh tertinggal di Asia Tenggara. Sebab kita lihat fasilitas umum seperti pasar tradisional di Indonesia memang kumuh kalau dibandingkan dengan pasar tradisional di Malaysia, Singapura sangat jauh tertinggal. Kalau kita buat perbandingan pengasilan pedagang di Indonesia dan di dua negara itu, seperti bumi dan langit, kita sangat jauh tertinggal,” tegasnya.

Kondisi itu, menurut Febuar diperparah dengan masuknya modal besar dengan mendirikan pasar-pasar modern. “Panghasilan pedagang pasar tradisional kian terpuruk. Saya pikir ke depan hal ini juga akan menjadi salah satu agenda yang harus diperbaiki oleh pemerintah dan juga para caleg yang duduk di kursi parlemen, terutama dari PKPI diu setiap daerah,” ujarnya.

Namun demikian, menurut Febuar untuk meneyelesaikan persoalan bangsa bukan hanya menjadi tanggungjawab satu anggota dewan, melainkan semua elemen, termasuk rakyat yang punya kewajiban untuk mendukung perbaikan bangsa secara bersama-sama. “Kita sadar, masih banyak persoalan bangsa yang memang harus segera diselesaikan, bukan hanya masalah pasar tetapi masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan dan pengangguran. Kita dari PKPI

akan berupaya memperjuangkan untuk terwujudnya kehidupan masyarakat  yang lebih sejahtera,” tambahnya.**

 

TEKS        : SONY KUSHARDIAN

EDITOR      : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster