Tunggakan Pelanggan Capai Rp 3 M

 152 total views,  4 views today

– Di PDAM Tirta OKU

BATURAJA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta OKU, kini dibuat pusing dengan besarnya tunggakan pembayaran rekening air bersih dari para pelanggannya. Banyak pelangganperusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU ini, yang enggan membayar tagihan pemakaian air bersihnnya.

Direktur PDAM Tirta OKU, Jupre Usman menyebut angka tunggakan pembayaran tagihan air bersih mencapai Rp 3 miliar. Tunggakan tersebut kata Jupre, sangat besar untuk ukuran PDAM Tirta OKU.

“Angka tunggakan itu, sangat besar. Jika tertagih, kita bisa memutar operasional perusahaan. Karenanya kita saat ini mengejar tunggakan itu ke pelanggan, dengan cara mendatangi pelanggan kita yang menunggak,” kata Jupre dibincangi, kemarin.

Jupre menyebut, pihaknya tidak akan segan memutuskan jaringan distribusi air bersih ke rumah pelanggan yang menunggak tersebut. Karenanya, semua pelanggan PDAM Tirta OKU diharapkan Jupre, untuk membayar tagihan pemakaian air bersihnya.

Ia juga menjelaskan, tunggakan itu merata diseluruh kecamatan wilayah OKU. Besaran tunggakan itu kata dia, adalah tunggakan bawaan dari tahun ke tahun dan diprediksi akan semakin meningkat jika tidak dilakukan langkah antisipasi.

Untuk mengantisipasi hal itu, satu-satunya langkah menurut Jupri adalah dengan melakukan pemutusan. “Yang kita upayakan adalah melakukan pemutusan kepada pelanggan yang menunggak diatas dua bulan,” ujarnya.

Jupre menerangkan, saat ini PDAM OKU memiliki sebanyak 13.000 pelanggan, dari total pelanggan itu, yang sadar akan kewajiban membayar rekening hanya sebesar 70 persen. Padahal, hingga saat ini menurut dia, masih banyak lagi masyarakat yang masuk daftar antri untuk pemasangan jaringan baru. “Terutama di Kota Baturaja, perkembangan semakin bertambah dan padat,” uc apnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan mengurangi pelayanan maksimal kepada pelanggan dan calon pelanggan. Salah satunya dengan melakukan jemput bola. Tindakan jemput bola itu dilakukan PDAM, untuk menambah jumlah pelanggan. Pasalnya, warga OKU  masih banyak yang mengonsumsi air sungai  padahal tingkat keasamannya masih tinggi.

Terpisah Mutaqiuddin (35), warga Baturaja mengeluhkan kualitas air PDAM yang sering keruh, terutama pada waktu hujan. “Air PDAM sangat kotor, jadi kami sangat mengharapkan PDAM juga harus meningkatkan kinerja, jangan hanya bisa menyalahkan pelanggan saja,” ungkapnya.

 

TEKS         : MUSLIMIN

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster