Tindak Tegas Truk Pelanggar Perda

 60 total views,  9 views today

HINGGA saat ini kondisi lalu lintas di Palembang masih cenderung semrawut. Ketika sore hari atau pagi hari kemacetan terjadi di mana-mana. Bukan hanya di pinggiran kota tapi juga mengular di tengah kota. Hal itu masih diperparah dengan banyaknya truk-truk yang masih masuk dalam kota.

Oleh karena itu Dinas Perhubungan Kota Palembang akan memberikan sanksi denda kepada puluhan truk yang melanggar ketentuan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Transportasi Angkutan Barang Turunan. “Kami menjaring sebanyak 50 unit truk yang melanggar perda dan Perwali Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Pengaturan Operasional Angkutan Barang,” kata Kepala Dishub Palembang Masripin Toyib, Rabu lalu. Dia menjelaskan, puluhan truk tersebut melanggar sejumlah ketentuan, seperti bongkar muat barang di tempat terlarang, melebihi tonase dan mengotori jalan.

Agar mereka jera dan tidak melanggar aturan tersebut maka ada sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran dua aturan tersebut berupa denda dengan besaran berkisar Rp100.000 sampai Rp300.000 untuk satu unit armada truk. Menurut dia, penentuan besaran denda yang harus dibayarkan oleh pengemudi truk tergantung hasil sidang yustisi, Jumat (4/4) dilaksanakan pihak Kantor Satuan Polisi Pamong Praja setempat.

“Pelanggaran dilakukan pengemudi tergolong tindak pidana ringan sehingga keputusan sanksi pun diputuskan hakim dengan hukuman yang ringan,” katanya. Lebih jauh dia mengatakan, penjaringan truk pelanggar ketentuan perda dan perwali tersebut berhasil dilakukan setelah optimalisasi pos terpadu yang mulai dioperasikan sejak 6 Februari. Pos terpadu tersebut juga mengawasi secara langsung aktivitas truk dan angkutan berat lainnya melintas di Kota Palembang termasuk yang mengotori jalan.

Termasuk memastikan truk melintasi sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Parameswara dan Jalan Demang Lebar Daun serta Jalan Rahmad Soekamto diwaktu yang telah ditentukan. Dimana truk hanya boleh melintas pada sejumlah ruas jalan tersebut pada malam hari, tambahnya.

Apa yang dikemukakan Kadishub tersebut belum sepenuhnya terwujud di lapangan. Oleh karena itu kita mengharapkan penegakkan aturan itu agar benar-benar secara tergas dilaksanakan. Sebab jika tidak kemacetan dan semua ekses masuknya truk-truk ke dalam kota akan sangat merugikan semua pengguna jalan raya. Jangan sampai ada suap menyuap dalam penegakan aturan itu, sehingga para sopir truk benar-benar jera ketika tak ada kompromi.

Dengan demikian kemacetan bisa dihindarkan dan pengguna jalan raya memperoleh kenyamanan.

(Sarono P Sasmito)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster