Mekarkan Pantai Timur Iskandar SE Akan Kaji Ulang

 286 total views,  2 views today

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan  pemekaran Pantai Timur tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan pemekaran Pantai Timur tidak bisa ditawar-tawar lagi

KAYUAGUNG – Pemekaran Pantai Timur menjadi kabupaten baru di Sumsel dengan memisahkan diri dari Kabupaten OKI sudah harga mati dan harus segera di mekarkan. Saya terus akan memperjuangkannya dan harus mekar bersamaan dengan Kabupaten Kikim Area pemekaran dari Kabupaten Lahat. Demikian hal tersebut dikatakan Alex Noerdin seusai menjadi Jurkam Partai Golkar bertempat di GOR Sepucuk Kelurahan Kedaton Kayuagung, Kamis (3/4)

Dikatakan Alex bahwa pemekaran Pantai Timur sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena sudah puluhan tahun diperjuangkan baik itu melibatkan tokoh masyarakat OKI, mantan Bupati OKI, dan itu juga sudah disahkan melalui rapat Paripurna anggota DPRD OKI maupun DPRD Provinsi Sumsel yang tidak mungkin akan kita batalkan hasil rapat Paripurna tersebut.

Kata Alex, pemekaran Pantai Timur sudah sangat wajar sekali, karena Kabupaten OKI wilayahnya cukup luas, apalagi tim dari pusat dan lainnya sudah turun menyatakan bahwa Pantai Timur sudah layak di mekarkan bersamaan dengan Kikim Area.  Berkas Kikim Area sudah ditandatangani Bupati Lahat untuk diteruskan ke Pusat, sedangkan OKI masih belum di tandatangani Bupati, ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Drs Teguh Nugroho MSi menyatakan, kawasan Pantai Timur Kabupaten OKI dinilai layak dan siap dimekarkan. Keputusan ini merupakan hasil kajian  bekerja sama dengan Pemkab OKI.

“Dari berbagai penilaian di lapangan yang selama ini dilakukan, calon Kabupaten Pantai Timur direkomendasikan untuk menjadi kabupaten baru dengan kategori mampu dan OKI sebagai calon Kabupaten Induk, juga dinilai mampu dan direkomendasikan untuk tetap menjadi kabupaten meskipun kehilangan 5 kecamatan yang akan menjadi kabupaten baru,” ungkapnya.

Sementara sebelumnya Bupati OKI Iskandar SE, mengatakan pemekaran Pantai Timur akan dikaji ulang lagi.

“Bukan saya tidak menginginkan pemekaran Pantai Timur, tetapi memang saya belum mempelajari sepenuhnya, terkait rencana pemekaran itu, karena saya baru menjabat Januari 2014,” kata Bupati.

Dikatakan Bupati, pihaknya perlu mempelajari rencana pemekaran Pantai Timur itu, mengingat saat ini Infrastruktur wilayah perairan itu dianggap belum memadai untuk menjadi kabupaten sendiri.

”Kalau memang dimekarkan, pasti dalam beberapa tahun pertama tetap menginduk ke Kabupaten OKI, sehingga kami sebagai kepala Daerah bertanggung jawab, berhasil atau tidak pemekaran itu,” jelasnya.

Dijelaskan Bupati, Faktor Infrastruktur perlu dikaji ulang, karena 5 Kecamatan yang akan memisahkan diri itu didominasi oleh perairan, sementara rencana ibu kotanya akan di pusatkan di Tulung Selapan.

“Warga Sungai Menang terutama dari Gajah Mati, Sungai Sibur, Sungai Ceper dan lainnya, mereka akan tambah jauh ke Tulung Selapan, tetap akan memutar dulu ke Kayuagung, begitu juga Air Sugihan sebagai tetap harus lewat Palembang dan beberwa wilayah lainya, ini yang perlu kita pelajri lagi,”ungkapnya.

Anggota DPRD OKI  Abdiyanto H Fikri SH menambahkan, bahwa satu-satunya cara untuk memeprcepat pembangunan wilayah pesisir harus dimekarkan menjadi kabupaten baru.

”Rencana pemakaran inikan sudah puluhan tahun, dan melalui pembahasan yang matang, sehingga bupati tidak perlu di kaji ulang lagi, saya pikir rencana pemekaran tidak bisa di tunda karena sekarang sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) ,” katanya.

Saat ini seharusnya yang harus dilakukan Bupati yakni mendukung pemekaran pantai timur segera, tinggal lagi sekarang ini kemauan pemerintah.

“Kalau bupati tidak mendukung tentunya balik nol lagi perjuangan pemuda dan masyarakat pantai timur yang selama ini gigih memperjuangkan pemekaran demi kemajuan masyarakat banyak, Seharusnya jangan dilihat di sisi politik, dan jangan dilihat dari sisi kelompok dan golongan, karena sudah selayaknya pantai timur ini mekar,”ungkapnya.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR       : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster