Dana Belum Cair, KPPS Ancam Mundur

 219 total views,  2 views today

PALI – Pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten PALI terancam kisruh. Pasalnya, beberapa anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) mempertanyakan dana pelaksanaan pemilu digunakan untuk operasional pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga kini belum cair.

Beberapa KPPS mengaku resah, bingung untuk menggelar pesta demokrasi lima tahunan sementara dana tidak ada. “Kami bingung mau bagaimanan membuat TPS. Kami tanya ke PPK katanya dananya  belum ada. Padahal kami mau sewa tenda,” kata salah satu Ketua KPPS di Kelurahan Handayani Mulia.

Hal senada juga dikeluhkan salah satu Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di salah satu kelurahan di Kecamatan Talang Ubi. Dirinya mengaku selalu didatangi Ketua KPPS menanyakan dana operasional TPS.

“Tiap hari mereka (KPPS), datang ke rumah menanyakan dana operasional. Kalau satu TPS biarlah pakai dana pribadi. Namun kalau sudah berjumklah belasan TPS, kami dana dari mana,” ujar seseorang yang enggan disebutkan namanya.

Menurut sumber itu, mereka bukan berhitungan dengan kegiatan negara. Waktu tidak sampai seminggu jelas sangat padat untuk membeli segala keperluan menyangkut pemungutan suara.

“Pesan tenda harus ada dana. Sementara dana belum ada. Belum lagi sewa kursi dan lainnya. Seharusnya pimpinan itu mengerti. Kami bukan mau korupsi tapi untuk operasional. Sekarang saja kami tidak tahu berapa anggaran untuk membuat TPS,” tambahnya.

Para ketua KPPS itu menunggu sampai Jumat (hari ini). Bila sampai waktu yang sudah ditentukandana operasional tersebut masih belum jelas, maka mereka mengancam akan mengundurkan diri karena tidak sanggup menggelar pemungutan suara. “Kalau tida jelas begini, kami akan mundur,” ancamnya.

Apa yang dialami para PPS dan KPPS di Kecamatan Talang Ubi ternyata dialami oleh seluruh KPPS se Kabupaten Muara Enim dan PALI.

Ketua KPUD Muara Enim, Rohaini SH mengakui bila seluruh KPPS dibawah koordinasi KPUD Muara Enim belum menerima dana pelaksanaan pemungutan suara. “Semuanya belum ada yang menerima,” tegas Rohaini.

Namun Rohaini membantah bila dana tersebut dianggap tidak jelas. Menurut dia, dana tersebut sudah ada dan pihaknya sudah mengajukan permintaan langsung ke Kantor Perbendaharaan dan Keuangan Negara (KPKN).

“Kita sudah mengirimkan nomor rekening kita. Kalau hari ini sudah masuk rekening, besok langsung kita bagikan. Pokoknya secepatnye juga akan kita cairkan kepada KPPS melalui PPK dan PPS,” tegas Rohaini didampingi Sekretaris KPUD Drs Radar Panca.

 

Teks        : Indra Setia Haris

Editor        : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster