TPA Telanggu tak Miliki Amdal

 176 total views,  4 views today

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA

BANYUASIN – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telanggu yang berada di Desa Telanggu, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, yang dibangun menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan hanya tidak berfungsi tetapi juga ternyata belum memiliki dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Wakil Bupati Banyuasin, SA Supriyono, tidak memungkiri itu. Namun menurutnya, izin Amdal ini masih dalam proses. “Mudah-mudahan dalam tahun ini, dokumen Amdal nya sudah selesai termasuk pembangunan jalan akses ke TPA Telanggu,” kata Supriyono ketika dibincangi, Rabu (2/4).

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, belum adanya Amdal di TPA Telanggu yang sudah selesai dibangun tersebut, disebabkan mahalnya biaya retribusi penerbitan Amdal di Kabupaten Banyuasin.

Namun itu, dibantah oleh Supriyono. Orang nomor dua di Bumi Sedulang Setudung itu menyebut, biaya retribusi pembuatan Amdal tersebut sudah ada ketentuannya di dalam Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Supriyono, yang mempengaruhi pembengkakan biaya pembuatan dokumen Amdal, justru dipengaruhi adanya pihak konsultan. “Kalau biaya retribusi, harus disesuaikan dengan Perda. Yang membuat biaya pembuatan Amdal itu besar, justru adanya pihak konsultan. Bisa jadi pihak konsultan, yang menentukan biaya terlalu mahal” ucapnya.

Ia menyebut, didalam pembuatan Amdal itu ada biaya jasa dari konsultan yang terdiri dari para pakar mengenai lingkungan hidup.”Disana ada doktor, profesor dan para pakar-pakar yang menguasai dibidang lingkungan,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinas PU Bina Marga (BM) Kabupaten Banyuasin melalui Sekretaris PU BM, Sulaiman mengatakan Dinas PU BM sudah mengusulkan pembangunan jalan akses menuju TPA Telanggu tersebut. “Sudah kita usulkan, untuk pembangunan jalannya,” tegasnya.

Sebagai informasi, seperti diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya, TPATelanggu yang dibangun menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), saat ini tidak berfungsi.

Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (1/4), tidak ada aktivitas di satu-satunya TPA di Bumi Sedulung Setudung tersebut. Untuk menuju TPA ini, satu-satunya jalan yang tersedia adalah jalan akses milik salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Banyuasin.

Jika melintas di sepanjang jalan ini, di kanan dan kiri badan jalan dengan mudah akan ditemui tumpukan sampah yang berserakan. Kondisi ini diperparah dengan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), yang berada ditengah TPA tersebut yang rusak.

“Kondisi ini, sangat kita sayangkan. Padahal untuk membangun TPA itu, digelontorkan dana tidak sedikit dari APBN. Kita sudah mendapatkan laporan, tidak berfungsinya TPA itu dari masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Arkoni MD ketika dibincangi, kemarin.

Ia menyebut, dari laporan masyarakat yang diterima DPRD Banyuasin terungkap kalau TPA tersebut terbengkalai. Sejumlah fasilitas yang ada di TPA Telanggu tersebut, juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, harus memberikan perhatian khusus agar keberadaan TPA tersebut berfungsi dan terpelihara,” ucapnya.

Politisi Partai Hanura ini juga menyoroti, tak kunjung tuntasnya pembangunan jalan akses ke TPA tersebut. “Pengaspalan jalan akses ke TPA Telanggu ini, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemkab Banyuasin, yang belum bisa diselesaikan sampai saat ini. Akibatnya saat musim hujan, pembuangan sampah ke TPA tersebut menjadi terhambat,” kritiknya.

 

TEKS          : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster