Pimred Majalah Mingguan Akui Terima Dana Bansos

 495 total views,  6 views today

Mantan Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf nampak mengusap wajah saat mendengarkan putusan sela eksepsi yang dibacakan langsung hakim ketua, Ade Komaruddin SH MH di ruang pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (2/4/2014).

Mantan Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf nampak mengusap wajah saat mendengarkan putusan sela eksepsi yang dibacakan langsung hakim ketua, Ade Komaruddin SH MH di ruang pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (2/4/2014).

PALEMBANG – Pimpinan Redaksi (Pimred), Majalah Fokus, yang terbit setiap minggunya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Muslim, bersama mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional OKU, Suparman dan mantan anggota DPRD OKU, Ali Khan, Rabu (2/4) memberikan keterangan saksi dipersidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidanan Korupsi (Tipikor), palembang.

Kesaksian tersebut terkait dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos), yang menjerat mantan Wakil Gubernur Sumsel, Edy Yusuf dan Bupati OKU (aktif), Yulius.

Bahkan dalam kesaksiannya, ketiganya mengakui menerima sejumlah dana untuk kegiatan, namun tidak mengetahui jika dana tersebut berasal dari dana bansos.

“Saat itu, memang saya mengajukan proposal untuk perbaikan kendaraan operasional study banding ke Yogjakarta. Uang senilai Rp 18 juta memang kami terima, namun saya tidak tahu kalau itu dana Bansos OKU 2008. Pasalnya, yang mengambil dana saat pencairan pegawai saya,” kata Ali Khan.

Hal yang sama juga dikatakan Suparman. Diakuinya, ia pernah memerintahkan salah satu pegawainya untuk mengajukan proposal dana bencana alam. Saat itu, BPBN OKU sedang tidak memiliki dana untuk mendirikan posko bencana alam.

“Saat itu terjadi bencana longsor dan BPBN OKU tidak memiliki dana untuk operasional semacam mendirikan posko atau bantuan pangan. Kita lalu ajukan proposal dan menerima dana dari Kabag Keuangan. Saya tidak tahu kalau dana yang diterima saat itu dana Bansos OKU 2008,” kata Suparman.

Sementara Muslim mengaku jika dirinya pernah mengajukan proposal kepada Yulius untuk meminta dana memperbaiki mobil pribadi. Diakui Muslim, dirinya memang memiliki hubungan relasi yang dekat dengan Yulius, seperti halnya pemimpin media yang lain. “Saya tidak pernah tahu kalau dana itu dari Bansos. Kalau tahu, juga tidak akan diambil,” kata Muslim.

Pada Rabu kemarin, dua tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) dana Bansos Ogan Komering Ulu (OKU) tahun 2008, Yulius Nawawi dan Eddy Yusuf, menjalani sidang lanjutan dengan agenda berbeda di Pengadilan Negri (PN), Tipikor Palembang.

Eddy menjalani sidang putusan sela, sementara Yulius menjalani sidang keterangan saksi.

Sebelum Yulius menjalani sidang keterangan saksi, Eddy terlebih dahulu menjalani sidang putusan sela. Seperti halnya Yulius, majelis hakim tipikor yang diketuai Ade Komarudin menolak esepsi yang diajukan pengacara Eddy, Husni Chandra. Bahkan, Husni menolak tawaran banding yang diajukan oleh Ade.

“Memang tadi majelis menawarkan kita untuk mengajukan banding. Namun, kita tolak dan biarkan mengalir sesuai prosesnya. Kita rasa percuma banding karena seluruhnya masih ditentukan dengan vonis majelis hakim tipikor,” kata Husni.

Dikatakan Ade saat mengutarakan putusan sela, dakwaan jaksa sudah tepat dan tidak ada yang salah. Untuk itu, ia melanjutkan agenda sidang dengan keterangan saksi tanda eksepsi pengacara Eddy ditolak.

“Setelah kita pelajari dalam waktu sepekan ini, tidak ada yang salah dengan dakwaan jaksa dan sudah sesuai dengan tindak pidana yang dijalani terdakwa. Untuk itu, jaksa diperintahkan melanjutkan sidang dengan memanggil saksi,” kata Ade.

Seperti sidang-sidang sebelumnya, sidang yang dijalani Eddy dan Yulius disaksikan banyak kerabat. Tampak, di kursi penonton ruang sidang ada Suzana selaku isteri Eddy, Rumialis selaku isteri Yulius, dan kerabat yang lain. Bahkan, kerabat Yulius datang jauh-jauh dari Baturaja untuk menyaksikan langsung sidang.

Seperti diketahui, Eddy dan Yulius naik di meja hijau setelah mendengarkan keterangan enam terpidana sebelumnya, yakni Syamsir Jalib (mantan Sekretaris Daerah Pemkab OKU), Soegeng (Pelaksana Tugas Kabag perlengkapan dan Umum Sekda OKU), Janadi (mantan Kabag Keuangan Pemkab OKU), Chairul Amri, Ahyar, dan Supriyadi Jasid.

Dari keterangan enam terpidana itu, Polda Sumsel lalu mendalaminya dan menjadikan Eddy dan Yulius tersangka dana Bansos OKU 2008, yang telah membuat kerugian negara sekitar Rp 3 miliar.

Teks    : Oscar Ryzal
Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster