Pemilih di Sumsel Bertambah

 217 total views,  4 views today

PALEMBANG – Jumlah pemilih di Sumatera Selatan (Sumsel), dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang bertambah sebanyak 38.184 pemilih. Penambahan pemilih ini, terjadi setelah ada penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Dengan demikian menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel,  Ahmad Naafi, jumlah pemilih di Sumsel yang masuk dalam DPT menjadi 5.802.462 pemilih. Sebelumnya DPT Sumsel hasil penyempurnaan pada Maret lalu mencapai 5.764.278 pemilih.

Jumlah pemilih ini terangnya, bisa bertambah atau berkurang. Sebab penyempurnaan, masih akan dilakukan.  “Iya, pemilih di Sumsel bertambah. Kami ada penambahan pemilih dari Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebesar 38.184,” kata Naafi dibincangi, Rabu (2/4).

Diterangkan Naafi, dari 38.184 DPK yang tersebar di Sumsel, paling banyak berada di kota Palembang sebanyak 8.174 pemilih khusus, disusul Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 5.135 dan Muara Enim 4.051 pemilih.

Dijelaskan Naafi, pemilih khusus tersebut, merupakan pemilih yang selama ini tidak terdaftar di DPT, atau DPTB. Meski demikian, dia mengatakan, jumlah logistik surat suara yang telah dialokasikan ke 15 Kabupaten/kota di Sumsel, dianggap sudah cukup dan tidak perlu penambahan surat suara.

Sementara Komisioner KPU Palembang, Firamon Syakti mengungkapkan, adanya penambahan pemilih dari DPK sebesar 8.174 tersebut tersebar di 15 dari 16 Kecamatan se-Palembang. Dimana satu Kecamatan yaitu Kalidoni, nihil penambahan DPKnya.

“Paling banyak di Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Kecamatan IB I, sebanyak 1.472 pemilih dan di Pakjo, sementara di Kecamatan Kalidoni itu nihil DPK, kemungkinan semua pemilih disana sudah terakomodir di DPT,”terang Firamon.

Dilanjutkan Firamon, penambahan DPK di Palembang tersebut, karena selama ini belum terdaftar DPT, dan data Sidalih sudah ditutup KPU. Dimana dari 8.174 tersebut rinciannya 4.929 pemilih laki-laki dan 3.245 pemilih perempuan dan tersebar di 896 TPS.

“Penambahan pemilih ini, karena beberapa faktor diantaranya, ketika petugas (KPU) datang untuk mendata, mereka tidak ada ditempat, dan batas waktunya habis. Selain itu karena bermasalah dengan alamat karena pindah, NIK tidak terdaftar atau NIK injeksi, namun sudah tutup DPTnya, sehingga baru masuk DPK,”jelasnya.

Firamon memastikan, meski pemilih Pileg di Palembang bertambah ribuan, hal itu tidak akan berpengaruh dengan jumlah surat suara, yang ada dikarenaka KPU Palembang sudah memiliki 2 persen dari DPT surat suara tambahan. “Saya pikir tidak akan berpengaruh, karena kita rasa surat suara yang ada sudah cukup,” tukasnya.

 

TEKS          : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster