Pasar Muaraenim Sembrawut

 805 total views,  2 views today

MUARAENIM – Walau berada ditengah Kota Muaraenim, namun Pasar Muaraenim kondisinya sembrawut. Pantauan Kabar Sumatera, pedagang lebih banyak memilih menggelar dagangannya di badan jalan, dengan cara membentangkan tenda berbentuk payung di sepanjang ruas jalan.

Mereka memilih menggelar barang dagangannya di badan jalan, dengan alasan tidak mendapatkan lapak atau kios di dalam pasar. Kondisi ini membuat badan jalan menyempit, hingga terjadi kemacetan.  Sementara itu di dalam pasar, kondisi terjadi sebaliknya. Banyak kios dan lapak, kosong dan tidak dimanfaatkan pedagang.

Kondisi ini, dikeluhkan  oleh warga. Feri (48), warga  Kecamatan Muaraenim, salah satunya. Ia mengaku kesal, setiap kali melintas di Pasar Muaraenim. Sebab menurutnya, selalu terjadi kemacetan yang diakibatkan badan jalan yang menyempit, karena banyak pedagang yang tumpah ke badan jalan.

“Bagaimana tidak kesal, antrian kendaraan selalu terjadi. Padahal di dalam gedung pasar itu, masih banyak kios dan petak yang kosong,” kata Feri ketika dibincangi di kawasan Pasar Muaraenim , Rabu (2/4)

“Kalau dulu, tidak ada pedagang yang tumpah ke jalan. Sebab, pedagang teratur, berjualan dibelakang gedung dan di petak pasar. Tapi, kenapa, pedagang kembali berjualan di pinggir jalan,” ucapnya.

Senada dikatakan Heru (29), warga yang sama. Menurutnya, kalau pasar bersih dan tertata rapi arus lalu lintas menjadi lancar. Kondisi Pasar Muaraenim yang sembrawut itu, harusnya kata dia tidak terjadi. Apalagi Muaraenim sudah menerima beberapakali Piapa Adipura. “Kalau kondisinya seperti ini, kok Muaraenim bisa mendapatkan Piala Adipura,” ujarnya.

Kepala Pasar Muaraenim, A Rosul yang dibincangi terpisah mengaku sudah berulangkali memperingatkan pedagang untuk tidak menggelar dagangannya di badan jalan. Pihaknya juga kata Rosul, juga sudah meminta pedagang untuk menempati lapak dan kios yang disediakan di dalam pasar.

“Namun pedagang mengeluh, mereka beralasan jika berdagang di dalam pasar kondisinya sepi pembeli. Kondisi itu, berbeda jika mereka berdagang di pinggir jalan. Itulah kenapa mereka, banyak yang menggelar lapak daganganya di pinggir jalan,” jelasnya.

Namun tegas Rosul, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat bersama untuk membahas penataan pedagang tersebut. Rapat itu, tergabung dalam tim yustisi. “Mudah-mudahan kalau sudah ditertibkan, pasar akan tertata rapi kembali,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster