Bahaya, Ada Permen Mengandung Narkoba

 961 total views,  2 views today

– Dinkes akan Pantau Sekolah

PALEMBANG – Sekolah-sekolah di Palembang, harus waspada terhadap jajanan yang dijual pedagang baik di dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Pasanya, di salah satu sekolah di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan ada permen yang mengandung narkoba di jual oleh pedagang di lingkungan sekolah.

Walau kejadian ini, belum ditemukan ada di Palembang namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, meminta pihak sekolah waspada. Dinkes sendiri akan pro aktif dengan memantau sekolah-sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Palembang, Afrimelda Syarifuddin mengatakan, saat ini pihaknya belum mendengar informasi temuan permen tersebut. Karena saat ini pihaknya fokus terhadap jajanan yang mengandung zat pewarna, seperti boraks maupun formalin.

“Kita belum mendengar informasinya. Tetapi biasanya Dinkes akan cepat tanggap dan mungkin akan langsung meninjau ke sekolah-sekolah nanti,” kata Afrimelda ketika dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (2/4).

Sambung Afrimelda, kebenaran temuan permen diduga narkoba itu cukup mengherankan. Karena, katanya, jika memang narkoba itu dijual dalam bentuk permen, tentunya harga jual tidaklah murah.

“Apalagi, produk makanan seperti permen, bukanlah industri rumah tangga. Sehingga sudah ada izin terbit dari pihak-pihak yang bersangkutan. Tetapi, saya pastikan hal tersebut akan menjadi perhatian kami,”katanya.

Afrimelda menyebutkan, pihaknya, biasanya selalu memonitoring ke sekolah dengan bantuan jaringan puskesmas. Secara rutin peninjauan ini dilakukan setiap tiga bulan sekali. “Umumnya sekolah yang didatangi yakni sekolah dasar (SD). Karena SD menjadi sasaran empuk pedagang, untuk menjual beraneka macam panganan,” jelasnya.

Menurutnya, kebanyakan jajanan yang ditemui mempunyai warna mencolok. Hal ini untuk memancing keinginan anak-anak agar membeli jajanan tersebut. Untuk mengantisipasi terhindarnya dari makanan tidak sehat, Afrimelda berpesan, agar orangtua dapat memperhatikan hal itu.  Salah satunya dengan tidak membiasakan anak-anak jajan di luar.

“Caranya dengan membuat anak-anak kenyang. Jadi keinginan untuk jajan bisa dihindari, dan anak yang sudah kenyang biasanya tidak begitu liar untuk mencari makanan di luar sekolah,”imbuhnya.

Afrimelda menambahkan, untuk menjaga anak-anak terhindar dari makanan tidak sehat itu, juga diperlukan peranan dari sekolah. Sekolah sudah diberikan himbauan untuk memiliki kantin di dalam sekolah.”Pihak sekolah juga, jangan membiarkan anak-anak jajan di luar pagar sekolah. Alhamdulillah ini, sudah diikuti oleh beberapa sekolah,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

Waspadai Makanan Berbahaya di Sekolah

PALEMBANG, KS

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang menghimbau kepada guru yang ada di kota metropolis ini, untuk terus mensosialisasikan kepada siswa mereka tentang  makanan sehat di sekolah.

Kepala Dinkes Palembang, dr Anton Suwindro mengatakan, masyarakat harus berhati-hati memilih makanan, terutama bagi pelajar. Karena, makanan di sekolah banyak mengandung bahan-bahan berbahaya.

“Terutama makanan yang di jual di luar pagar sekolah, jajanan di sekolah tersebut pernah ditemukan mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin, borak, dan juga vetsin,” jelas Anton ketika dibincangi, kemarin.

Anton menyebut, jajanan yang biasa ditemukan mengandung bahan berbahaya tersebut adalah, sosis, bakso tusuk, minuman, dan masih banyak yang lainnya. “Yang mengandung pewarna, dan bahan bebahaya lainnya dilarang dijual di sekolah. Disinilah tugas guru, untuk memberikan himbauan kepada para siswa mereka, agar menghindari jajanan-jajanan tersebut,” ucapnya.

Anton mengaku, hampir setiap sekolah mempunyai kantin. Tapi, selain itu ada juga pedagang yang berjualan di luar pager sekolah. Menurutnya, jajanan yang banyak mengandung bahan berbahaya tersebut, biasa ditemukan di Sekolah Dasar (SD). “Seluruh sekolah sebenarnya ada jajanan tersebut, tapi yang paling banyak ada di SD,” sebutnya.

Sambungnya, banyak penyakit yang bisa ditimbulkan, apabila tubuh manusia mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat berbahaya. Selain itu, zat tersebut tidak memberikan dampak seketika. Namun, dampaknya akan terlihat dalam jangka panjang lantaran tertumpuknya zat-zat berbahaya, misalanya mengganggu pencernaan. “Bahkan, sampai ke penyakit kanker dan tumor, akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan tersebut,” ujarnya.

Anton menambahkan, bahan-bahan makanan berbahaya seperti boraks, seharusnya digunakan untuk antiseptik atau pengawet kayu. “Tapi fungsi boraks untuk makanan, adalah sebagai pengawet, kami juga menghimbau agar wali murid untuk selalu mengecek makanan yang dikonsumsi anaknya, bahkan bila perlu pelajar tersebut bawa bekal dari rumah, jadi ketika di sekolah, tidak perlu lagi belanja,” tukasnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR      : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster