Ada Bagi-Bagi Uang di Kampanye Demokrat

 278 total views,  2 views today

Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhono didampingi langsung sang istri Ibu Ani yudhoyono menyambut simpatisannya yang membanjiri Benteng Kuto Besak (BKB) saat partai Demokrat melaksanakan kampanye Akbar di Palembang, Selasa (1/4/2014) | Foto : Iwan Cheristian/KS

Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhono didampingi langsung sang istri Ibu Ani yudhoyono menyambut simpatisannya yang membanjiri Benteng Kuto Besak (BKB) saat partai Demokrat melaksanakan kampanye Akbar di Palembang, Selasa (1/4/2014) | Foto : Iwan Cheristian/KS

– PAN Wacanakan Reformasi Jilid II

PALEMBANG – Walau Undang-Undang (UU) Pemilu Nomor 8/2012, tegas mengatur larangan melakukan politik uang terutama pada pasal 86 ayat (1) huruf J, yang berbunyi pelaksana, peserta, dan petugas kampanye pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu.

Namun kenyataanya, sejumlah partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg), masih ada yang melakukannya. Bahkan dalam kampanye terbuka Partai Demokrat di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, secara terang-terangan ada kader partai berlambang bintang mercy itu yang membagi-bagikan uang.

Hasil pantauan, bagi-bagi uang ini dilakukan empat orang. Dua orang yang terdiri pria dan wanita mengenakan jaket Partai Demokrat di dekat pagar pembatas antara massa dan panggung tempat wartawan. Kedua orang ini dikerubuti oleh massa, sementara dua orang lainnya, yang kesemuanya wanita membawa segepok uang dengan pecahan Rp 100 ribu.

Aksi bagi-bagi uang ini dilakukan empat orang tersebut, tepat saat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan orasi politiknya. Namun juru bicara DPP Partai Demokrat,  Ruhut Sitompul menyangkal ada simpatisan partainya yang membagi-bagikan uang saat digelar kampanye akbar Demokrat di Palembang.

Ruhut bahkan menuding, orang yang membagi-bagikan uang dalam kampanye Partai Demokrat itu, adalah  penyusup yang menggunakan atribut partainya. “Itu hanya penyusup yang mau mengacaukan, kalau kader kami enggak mungkin,” kata Ruhut seperti dikutip kompas.com

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, seharusnya pelaku yang membagikan uang di saat SBY berorasi dalam kampanye langsung ditangkap tangan. Dengan begitu, tidak muncul tudingan negatif pada partainya.

Secara khusus, kata Ruhut, pimpinan di partainya selalu mewanti-wanti agar tak ada praktik bagi-bagi uang di setiap kampanye. Demokrat ia pastikan tak memberikan toleransi pada praktik buruk seperti itu. “Harusnya ditangkap tangan tadi. Kita enggak main bagi-bagi uang seperti itu,” ujarnya.

Tujuh Kabar Baik

Sementara itu Ketua Umum Partai Demokrat, SBY dalam orasi politiknya menyebut ada tujuh kabar baik untuk masyarakat Sumsel. Ke tujuh kabar baik itu adalah dibangunnya rel kereta api pengangkut batubara, beroperasinya pembangkit listrik mulut tambang, dibangunnya duplikasi Jembatan Musi II, dan perubahan IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Kabar baik selanjutnya kata SBY, dibangunnya institut olahraga pertama di Indonesia di Palembang, program BPJS mulai dilaksanakan dan diresmikannya undang – undang desa. “Dengan adanya UU desa, desa bisa mendapatkan anggaran hingga Rp 1,4 miliar dan berbagai bantuan lainnya,” kata SBY.

Ia melanjutkan, di masa 10 tahun kepemimpinannya, Partai Demokrat sudah banyak memberi berbagai prestasi bagi Indonesia. Harapannya, lima tahun kedepan Indonesia akan semakin maju.

Dengan program – program pro rakyat yang sudah dilaksanakan di masa pemerintahannya, seperti PNPM Mandiri, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan BPJS, menurut SBY, Indonesia semakin dihargai oleh dunia. “Mari kita jaga program pro rakyat ini, jangan dihilangkan dan harus terus dilanjutkan,” ucapnya.

Reformasi Kedua

Sementara itu, Ketua Umum PAN, Hatta Radjasa dalam orasi politiknya dihadapan ribuan simpatisan dan kader PAN yang memadati Lapangan Patrajaya, Plaju menyebut Indonesia perlu reformasi jilid dua.

“Reformasi gelombang pertama, berhasil mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang sangat demokratis sekali. Reformasi gelombang kedua diperlukan. Itu yang digagas PAN, yatitu reformasi politik kesejahteraan,” kata Hatta.

Ada lima reformasi struktural menurut pria asal Sumsel ini, yang perlu dilakukan yakni feformasi pendidikan, agraria, industri, SDA energi, demokrasi, pertanian. “ Ini disebut reformasi struktural karena sangat fundamental,” tukasnya.

 

TEKS         : DICKY WAHYUDI

EDITOR       : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster