TPA Telanggu tak Berfungsi

 347 total views,  2 views today

BANYUASIN – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telanggu yang berada di Desa Telanggu, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, yang dibangun menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), saat ini tidak berfungsi.

Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (1/4), tidak ada aktivitas di satu-satunya TPA di Bumi Sedulung Setudung tersebut. Untuk menuju TPA ini, satu-satunya jalan yang tersedia adalah jalan akses milik salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Banyuasin.

Jika melintas di sepanjang jalan ini, di kanan dan kiri badan jalan dengan mudah akan ditemui tumpukan sampah yang berserakan. Kondisi ini diperparah dengan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), yang berada ditengah TPA tersebut yang rusak.

“Kondisi ini, sangat kita sayangkan. Padahal untuk membangun TPA itu, digelontorkan dana tidak sedikit dari APBN. Kita sudah mendapatkan laporan, tidak berfungsinya TPA itu dari masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Arkoni MD ketika dibincangi, kemarin.

Ia menyebut, dari laporan masyarakat yang diterima DPRD Banyuasin terungkap kalau TPA tersebut terbengkalai. Sejumlah fasilitas yang ada di TPA Telanggu tersebut, juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, harus memberikan perhatian khusus agar keberadaan TPA tersebut berfungsi dan terpelihara,” ucapnya.

Politisi Partai Hanura ini juga menyoroti, tak kunjung tuntasnya pembangunan jalan akses ke TPA tersebut. “Pengaspalan jalan akses ke TPA Telanggu ini, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemkab Banyuasin, yang belum bisa diselesaikan sampai saat ini. Akibatnya saat musim hujan, pembuangan sampah ke TPA tersebut menjadi terhambat,” kritiknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Banyuasin, Indra Hadi  membenarkan keberadaan TPA seluas 15 hektar tersebut memang saat ini belum optimal.

Hal tersebut dikarenakan akses jalan serta beberapa fasilitas pendukung seperti IPAL yang mengalami kerusakan. “Saya juga kaget, saat memantau TPA itu, paska dilantik beberapa bulan yang lalu. Banyak sekali sampah yang berserakan di jalan akses menuju TPA, selain itu mesin  IPAL rusak sejak setengah tahun lalu,” ungkapnya.

Ia menegaskan pembuangan sampah di jalan akses, disebabkan karena kerusakan jalan menuju TPA. Sehingga truk yang mengangkut sampah, tidak bisa sampai ke TPA akibat jalan akses yang rusak.

“Secepatnya perbaikan jalan akses ini, kita usulkan. Kami juga sedang  mengupayakan perbaikan dinamo mesin IPAL, yang sudah setengah tahun tidak berfungsi. Dinamo mesin IPAL saat ini, sedang dalam perbaikan. Mudah mudahan dalam waktu dekat, mesin pengolahan limbah tersebut dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” tukasnya.

 

TEKS        : DIDING KARNADI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster