Dirut Investasi Bodong Divonis Tiga Tahun Penjara

 185 total views,  2 views today

PALEMBANG – Faisal Muslim (35), tersangka penipuan investasi bodong, yang juga Direktur Utama (Dirut) PT Fatriyal Member (FM), divonis penjara 3 tahun 11 bulan penjara oleh majelis hakim yang diketuai Nirmala di Pengadilam Negri (PN) Palembang, Selasa (1/4).

Penipu ratusan investor yang dilaporkan sudah melarikan uang nasabahnya senilai triliunan rupiah itu dijerat pasal 378 KUHP. “Majelis juga menyatakan harta benda yang dimiliki terdakwa disita negara,” kata Nirmala.

Begitu tahu Faisal dipenjara 3 tahun 11 bulan penjara, beberapa nasabah mengutarakan rasa ketidakpuasanya terhadap vonis itu. Mereka menilai, hakim seharusnya memberikan vonis yang lebih tinggi karena banyaknya uang yang sudah dilarikan Faisal.

“Terlebih, uang kami tidak diganti rugi oleh Faisal. Seharusnya, dia (Faisal) dihukum lebih lama,” kata salah satu nasabah, Yuni, yang tidak menghadiri jalannya sidang.

Diakui Yuni, dirinya sudah menanam investasi di PT FM senilai ratusan juta rupiah. Ia sendiri menanam investasi di PT FM setelah diajak oleh temannya.

“Kami sebenarnya menuntut uang kami dikembalikan, tidak peduli berapa lama ia dipenjara. Namun, karena uang kami tidak kembali, seharusnya ia dipenjara lebih lama,” kata Yuni.

Apa yang diucapkan Yuni sama dengan nasabah lainnya, Dedi. Dikatakan Dedi, ia bisa menerima berapa pun Faisal dipenjara dengan catatan uang investasinya dikembalikan. “Karena tidak ada keharusan ia mengembalikan uang nasabah, seharusnya dia dipenjara lebih lama,” kata Dedi.

Sidang keputusan terhadap Faisal sendiri tidak ramai disaksikan para korban. Sidang berlangsung kondusif meski para korban yang menyaksikan sidang tidak puas dengan vonis majelis hakim. “Biar Tuhan yang menghukum dirinya. Untuk apa kita anarkis, hanya menimbulkan masalah baru saja,” kata Dedi.

Vonis majelis hakim sedikit ringan dari tuntutan jaksa, Rini Purnawati. Pada sidang tuntutan, Rini menuntut Faisal dipenjara empat tahun. Adapun pasal yang dituntut Rini sama dengan vonis majelis haki, yakni pasal 378 KUHP.

Baik Rini maupun Faisal masih pikir-pikir akan keputusan majelis hakim. Dengan demikian, keputusan majelis hakim belum memiliki kekuatan hukum tetap dan Faisal serta Rini memiliki waktu sepekan untuk memberikan jawaban.

Seperti diketahui, Faisal dilaporkan beberapa nasabahnya yang dirugikan karena tidak menerima bagi hasil yang dijanjikan PT FM. Saat nasabah meminta uang investasi dikembalikan, Faisal malah menghilang dan membuat nasabah menjarah rumah Faisal yang berlokasi di Jalan Parameswara, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

 

Teks   : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster