Akibat Kikisan Aliran Air Sungai Rawas, Jalinsum Terancam Putus

 271 total views,  2 views today

– BBWS VII Janji Segera Perbaiki

MURATARA – Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Desa Lawang Agung, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), terancam putus. Pasalnya, jalan sepanjang kurang lebih 1000 meter itu, terancam amblas akibat kikisan dari aliran air Sungai Rawas.

Informasi yang dihimpun, akibat dari kikisan aliran Sungai Rawas tersebut dalam 10 tahun terakhir, sudah membuat puluhan rumah warga yang berada ditepian sungai tersebut, terbawa arus.  Bahkan 2013 lalu, aliran air Sungai Rawas sempat menerjang beberapa rumah warga dan tiang listrik.

Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (1/4), akibat derasnya terjangan aliran Sungai Rawas tersebut membuat Jalinsum tepatnya di Desa Lawang Agung, kini tinggal beberapa meter saja. Kondisi ini akan kian parah, bahkan membuat jalan itu putus jika tidak segera diperbaiki.

Kepala Balai Besar Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Bistok Simanjuntak,  tidak menapik terancam putusnya Jalinsum akibat kikisan aliran Sungai Rawas tersebut.

“Kondisi ini, harus segera ditangani. Harus dibangun bronjong, untuk menahan aliran Sungai Rawas agar Jalinsum tidak terancam longsor. Ini akan segera kita usulkan ke Kementrian Pekerjaan Umum (PU), “ kata Bistok yang dibincangi saat meninjau kikisan Sungai Rawas di Jalinsum, beberapa waktu lalu.

Bistok sendiri meninjau kondisi Jalinsum tersebut didampingi Kepala Satuan Kerja (Satker) Sungai Syahril, PPK II, Chairul Huda, staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muratara dan Camat Rupit, Firdaus.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Lawang Agung, Lutfiawanti menyebut, kikisan Sungai Rawas tersebut sudah sangat meresahkan warga di desa yang dipimpinnya. Sebab kata  Lutfiawanti, derasnya terjangan aliran Sungai Rawas itu sudah membuat pinggiran sungai amblas dan menghanyutkan sejumlah rumah warga.

“Setiap tahun, selalu ada bagian rumah warga yang berdiri dipinggiran sungai hanyut dibawa arus Sungai Rawas. Ini membuat warga disini, kuatir.Warga sebenarnya sudah menggeser rumahnya cukup jauh dari pinggiran sungai, bahkan ada yang sudah mepet ke Jalinsum,” terangnya.

Sebenarnya warga menurut Lutfiawanti, sudah menyurati BBWSS VII dan Kementrian PU, untuk segera memasang bronjong guna menahan derasnya aliran Sungai Rawas tersebut. “Namun sampai saat ini, usulan kami belum juga ditindaklanjuti. Karenanya warga kini, hanya pasrah,” ucapnya.

Hal senada disampaikan  Bachtiar atau Tiyok, warga setempat.  Keduanya mengaku,  rumahnya sebenarnya cukup jauh dari bibir Sungai Rawas. “Namun akibat kikisan Sungai Rawas, jarak rumah saya dengan sungai tinggal satu meter saja. Rumah saya sudah empat kali bergeser akibat tanah yang amblas, diterjang aliran air Sungai Rawas. Sepertinya rumah saya tinggal menunggu waktu saja, untuk tergerus air dan hanyut dibawa aliran air Sungai Rawas,” keluh Bachtiar yang diamini Tiyok.

 

TEKS        : T MASRI SYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster