Waspadai Makanan Mengandung Borak

 317 total views,  2 views today

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menghimbau seluruh masyarakat di Palembang, untuk selalu waspada dengan makanan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti boraks, formalin dan jenisnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Afrimelda mengatakan, saat ini semakin marak pedagang yang berjualan makanan di pinggir jalan, yang kualitas kesehatan makananya tidak terjamin.“Bahkan baru-baru ini, kami menemukan pempek mengandung boraks,” kata Afrimelda, Senin (31/3).

Boraks adalah salah satu bahan atau campuran yang secara alami, bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan yang ditambahkan kedalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, antara lain bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat, dan pengental,”

“Boraks adalah senyawa yang larut dalam air pada suhu 200 C, berbentuk kristal putih, tidak berbau, larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, pH 9,5. boraks tersebut biasanya digunakan sebagai antiseptik, pencampur bedak talk dan pembersih cucian,” bebernya.

Tetapi terangnya, ada oknum yang nakal menggunakan bahan tersebut dengan tujuan untuk membuat produk makanan menjadi kenyal, padat dan tidak mudah hancur. Misalnya pada mie, maka mie itu tidak mudah putus walaupun telah dicuci dengan air, tidak mudah basi dan berbau khas, sedangkan pada lontong biasanya padat dan tidak mudah hancur.

Afrimelda menyebutkan, mengkonsumsi boraks menyebabkan keracunan, dan bahaya antara lain mual, muntah, diare, kejang, kemudian timbul bercak-bercak pada kulit. Gejala ini akan timbul dalam waktu 3-5 hari, Kerusakan pada hati, saluran cerna, Oedem otak dan penimbunan cairan pada alat-alat tubuh

“Makanan yang mengandung boraks ini nantinya akan masuk ke dalam sel hepar dan lama kelamaan menyebabkan akumulasi lalu masuk ke jaringan otak, sehingga berakibat lebih resiko lagi. Kalau untuk selang waktu pengkonsumsian dengan didapatnya suatu penyakit kanker dan lever, untuk anak-anak biasanya 1-2 tahun kedepannya, kalau untuk dewasa sekitar 4 tahunan,” ujarnya.

Untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung borak menurutnya, cukup dengan meneliti makanan tersebut. Salah satu caranya, dengan meletakkan makanan ke dalam sendok yang dicampur dengan potongan kunyit segar dan beberapa tetes cuka.

“Kemudian bakar sendok itu diatas lilin, perhatikan nyala apinya. Jika nyala api biru, ungu dan hijau kemungkinan makanan tersebut mengandung boraks.  Apabila nyala api merah atau oranye dan jingga, kemungkinan makanan tersebut tidak mengandung boraks,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI  





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster