Perkosa Anak Dibawah Umur, Mantan Kepala Puskesmas Terancam Dipecat

 219 total views,  2 views today

Ilustrasi | Merdeka.com

Ilustrasi | Merdeka.com

KAYUAGUNG – Badan Kepegawaan dan Diklat Daerah (BKD) OKI menyurati PN Kayuagung terhadap putusan mantan Kepala Puskesmas Kecamatan Pangkalan Lampam OKI terdakwa Darussalam (40) yang di vonis 11 tahun penjara atas perbuatan asusila yang dilakukannya terhadap bocah idiot

Kepala BKD OKI, Drs H Imam Sauri MM, kemarin pihaknya sudah menyurati PN Kayuagung, dalam rangka meminta amar putusan terhadap terdakwa guna proses pemecatannya sebagai PNS.

“Biasanya kalau putusannya sudah melebihi 5 tahun penjara seorang PNS bisa di pecat,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya vonis terdakwa Darussalam ini lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Jazili SH, dimana sebelumnya terdakwa dituntut 12 tahun penjara lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ketua Majelis Hakim Imam Budi Noor pada amar putusannya menegaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi dan korban serta bukti yang ada, terdakwa yang merupakan warga Desa Pulawan, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI ini terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur  berinisial Y (16). Hal ini dipertegas dengan bukti adanya anak berjenis kelamin perempuan yang usianya baru menginjak beberapa bulan.

Peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi pada tahun 2012 lalu dimana dikediaman terdakwa di kampung II Dusun Pulauwan Kecamatan Pangkalan LampamOKI, bermula ketika terdakwa memanggil korban berinisiap Yep, yang mengalami gangguan mental ini dengan menggunakan tangan untuk merayu korban agar mendekatinya dari arah pintu bagian dapur rumahnya.

Setelah korban mendekat kemudian dibawa masuk kedalam kamar di lantai dua rumah terdakwa, saat itu terdakwa merayu korban supaya karban melepas baju dan celananya, namun karena korban tidak mau terdakwa merayu korban seraya berkata “Cantik nian Pi” seraya berkata lagi “Kito Bebaek-an” (Pacaran,red) sembari melepasi pakaian korban.

Setelah korban dibaringkan diatas kasur kemudian terdakwa yang sudah kerasukan setan ini langsung menindih tubuh mungil korban dan memperkosanya, peristiwa tersebut berulang hingga tiga kali dilakukan terdakwa terhadap korban dalam rentang waktu berbeda. Akibat perbuatan terdakwa korban mengalami hamil dan hingga melahirkan seorang bayi perempuan yang mungil dan sehat.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster