Pemohon pembuatan Paspor Didominasi Jemaah Haji dan Umrah

 245 total views,  2 views today

pasport

Ilustrasi Pasport | Ist

MUARAENIM – Pemohon pembuatan paspor pada Kantor Imigrasi Kelas II Muaraenim, saat ini masih didominasi pemohon untuk keperluan ibadah haji atau ibadah umrah. Demikian diungkapkan Kepala Kantor (Kakan) Imigrasi Kelas II Muaraenim, Suhendra Budi melalui Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Informasi, Machmudi, kemarin.

Menurut Machmudi, biasanya peningkatan pembuatan paspor itu terjadi saat menjelang musim haji.  Sementara untuk keperluan ibadah umrah, permohonan pembuatan paspor dilakukan setiap bulan, bahkan setiap hari. “Jadi itu klasifikasikan berdasarkan jenis keperluan dari pemohon, sesuai dengan surat pernyataan yang mereka buat,” jelas Machmudi.

Ia menerangkan, untuk jemaah haji, setiap tahun pihaknya bisa melayani pembuatan paspor mencapai ribuan. Apalagi menurutnya kantor Imigrasi Kelas II Muaraenim, melayani untuk sembilan kabupaten dan kota di Sumsel.

Sehingga kata Machmudi, jumlah pemohon atau pembuat paspor untuk keperluan haji disesuaikan dengan jumlah kuota per kabupaten dan kota tersebut. “Untuk setiap tahunnya dikisaran angka 2000 pemohon, tapi khusus haji,” jelasnya.

Sedangkan pembuatan paspor untuk ibadah umrah sambung Machmudi, jumlahnya beragam. Namun setiap bulan, dipastikan ada pemohon yang mengajukan pembuatan paspor untuk keperluan umrah. Secara jumlah menurutnya, setiap bulan untuk pelayanan pembuatan paspor mencapai angka dua ratusan pemohon. “Itu sudah termasuk untuk umrah, keperluan dinas serta perjalanan wisata,” bebernya.

Pembuatan paspor untuk keperluan umrah biasanya sebut Machmudi, disampaikan lebih dari satu orang atau dengan kata lain berkelompok, yang diurus biro perjalanan atau travel agent. Ia menjelaskan,  untuk pemohon paspor untuk keperluan ibadah umrah, harus menyertakan surat rekomendasi dari biro perjalanan tempat dimana pemohon tercatat sebagai peserta ibadah umrah.

“Jadi setiap pemohon mengajukan permintaan pembuatan paspor, wajib membuat surat pernyataan keperluan pembuatan paspor sendiri. Kalau untuk keberangkatan umrah, harus menyertakan rekomendasi dari agen perjalanannya,” ucapnya.

Sementara untuk pemohon sendiri sambungnya, Imigrasi memiliki pengelompokan pembuatan paspor sesuai kebutuhan pemberangkatan ke luar negeri. Kelima kelompok tersebut yaitu pemohon untuk keperluan ibadah haji, ibadah umrah, wisata, kunjungan serta berobat ke luar negeri.

Terpisah pimpinan biro perjalanan PT Rabiha Karya Bersama cabang Muaraenim, Arifin Aman menerangkan, surat rekomendasi terkait keperluan paspor tersebut akan dikeluarkan oleh biro perjalanan yang dipimpinnnya, jika pemohon paspor itu berangkat menunaikan ibadah umroh melalui PT Rabiha Karya Bersama.

“Kita hanya bisa mengeluarkan rekomendasi, untuk pemohon paspor yang berangkat melalui biro kita. Diluar itu, surat rekomendasi tidak kita keluarkan. Tujuannya, sebagai antisipasi tidak disalahgunakannya paspor tersebut,” terangnya seraya menyebut, PT Rabiha Karya Bersama setiap dua bulan sekali, memberangkatkan jemaah umrah dengan kisaran 35-45 orang setiap kali berangkat.

 

TEKS           : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster