Hari Raya Nyepi, Pasar Sepi

Ilustrasi Hari Raya Nyepi | Ist

Ilustrasi Hari Raya Nyepi | Ist

KAYUAGUNG – Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1936 bertepatan Senin 31 Maret 2014 kemarin dilakukan oleh umat Hindu di Kabupaten OKI.Membuat aktifitas sehari-hari tampak berbeda seperti hari biasanya. Pantauan didua kecamatan yakni Lempuing dan Lempuing Jaya, yang merupakan kecamatan banyak penganut agama Hindu. Terlihat sangat langang baik di kawasan pasar maupun di sepanjang jalan lintas timur.

Seperti didesa Tugu Jaya, Lebuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya, desa Tugu Mulyo, Bumi Agung Kecamatan Lempuing benar-benar sepi, bahkan disepanjang kiri kanan rumah warga dijalan Lintas Timur banyak tertutup bagaikan tanpa penghuni.

Padahal di setiap rumah ada penghuninya, namun mereka hanya berdiam diri melakukan Nyepi atau puasa selama 24 jam sehari semalam mulai Senin pukul 05.30 WIB hingga Selasa (1/4) pukul 05.30 WIB.

Ketua Majelis Parisade Hindu Dharma Indonesia Kecamatan Lempuing Jaya OKI, Wayan Karta, mengatakan serangkaian ritual Nyepi umat Hindu pada hari Jum’at (28/3) melakukan melasti atau penyucian diri secara simbolis bertempat di sungai Tembesu.Dilakukannya melasti atau penyucian diri yang dipimpin pemangku (Pendeta red) Mangku mekan yang diikuti warga masyarakatdilanjutkan melakukan Pengrupukan atau membuat korban (Caru) ayam atau itik yang dilakukan tiap desa atau dengan cara adat.

Sedangkan tujuan dilakukannya pengrupukan tersebut tak lain untuk menetralisir kondisi yang ada ada serta mengusir roh-roh jahat. Setelah melakukan pengrupukan, warga juga kemarin melakukan sembahyang bersama yang dipusatkan didesa Lubuk Seberuk serta diikuti oleh desa-desa lainnya.

Kemudian mulai  Senin (31/3) pukul 05.30 wib kata Wayan, warga juga mengadakan Catur Brata  penyepian yakni pertama Amatigeni atau tidak boleh menghidupkan api kedua Amati Lelungan atau tidak bolah bepergian, ketiga Amati Karya atau tidak boleh beraktivitas atau berkarya dan keempat Amati Lelanguan atau tidak boleh bersenang-senang.

“Usai selama 24 jam melakukan nyepi atau berpuasa pada Selasa (1/4)  warga melakukan Ngembageni atau berbuka puasa dengan dilanjutkan bersilaturahmi atau saling kunjung mengunjungi dari rumah kerumah dalam rangka saling maaf-memaafkan,” ujarnya.

 

TEKS  : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com