Pelajar Ikut Demo

 215 total views,  2 views today

pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), terlihat dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Ogan Ilir

pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), terlihat dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Ogan Ilir

INDRALAYA – Delapan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), terlihat dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Ogan Ilir di Jalan Lintas Timur (Jalintim), KM 32, Kota Inderalaya, Jumat (28/3).

Para pelajar tersebut dipastikan “Minggat” dari sekolahnya lantaran saat aksi demo jam masih menunjukan pukul 10.00 WIB. Para pelajar tersebut teribat akksi unjuk rasa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Money Politic,  Kabupaten Ogan Ilir.

Dinas Pendidikan (Disdik), Kabupaten Ogan Ilir (OI), berjanji akan menindak pelajar yang ikut demo pada jam belajar.

Saat Kabar Sumatera membincangi salah satu pendemo yang menggunakan celana biru pendek, dan masih memakai sepatu, pelajar tersebut tidak satu patah kata pun mau berbicara.

“Gimana ini,” ungkap rekannya rekannya yang ada disampingnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, Drs Sidarta mengatakan, pelajar tidak dibolehkan ikut demo, apalagi di saat jam belajar.

“Mungkin ada yang mengajak, dan diiming-imingi uang, kira-kira pelajar manalah itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti  dengan memberikan sosialisasi melalui Cabang Dinas (Capdin) dan Kepala Sekolah (kepsek) masing-masing sekolah yang di Bumi Caram Seguguk. “Jika ketahuan akan disanksi, tidak boleh itu, ikut demo, apalagi jam belajar,” tuturnya.

Dalam aksi yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Money Politic menuntut agarPanwaslu Ogan Ilir untuk menindak tegas parpol dan caleg yang melakukan money politik.

“Jelang akhir kampanye, beragam cara yang digunakan para caleg Kabupaten Ogan Ilir dan Provinsi Sumsel, untuk merebut suara rakyat. Cara-cara kotor disinyalir terjadi dalam setiap perhelatan pemilu,” paparnya dalam orasinya.

Dalam aksi yang dilakukan gerakan ini, berbagai tulisan dipanduk dibawak mereka, mulai tulisan panwas Ogan Ilir jangan jadi kambing ompong, tolak uang dan tangkap calegnya, dan lain sebagainya.

Kepala Panwaslu Ogan Ilir, Syamsul Alwi didampingi anggotanya, Dermawan Iskandar mengatakan, aspirasi pendemo di terima pihaknya dengan baik. “Terima kasih telah menyampaikan informasi yang baik,” katanya saraya mengaku berarti kalian peduli dengan pilkada ini.

Menurutnya, dugaan terkait kampanye dengan melakukan money politik pihaknya sudah menerimanya, dan pihaknya sudah memprosesnya.

“Kalau ranah administrasi, kita teruskan ke pihak KPU Provinsi, kalau pidana kita teruskan ke pihak kepolisian. Kalau punya bukti, dan mau jadi saksi, silakkan laporkan ke kita (panwas), isi formulir, kami komitmen untuk menindak lanjutinya,” tegasnya.

Pantauan kabar Sumatera dilapangan, para pelajar lengkap menggunakan celana sekolah, dan sepatu, satu menggunakan celana abu-abu, satu celana biru pendek, dan 7 celana pramuka.

 

TEKS   : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster