Mega Terus Promosikan Jokowi

 139 total views,  2 views today

kampanye PDI Perjuangan di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Jumat (28/3),

kampanye PDI Perjuangan di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Jumat (28/3/2014) | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Walau sudah diperingatkan, ternyata partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) di Sumatera Selatan (Sumsel), masih juga membandel. Parpol masih melibatkan anak-anak dalam kegiatan kampanyenya.

Dalam kampanye PDI Perjuangan di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Jumat (28/3), sejumlah anak-anak terlihat masih dilibatkan dalam kampanye. Pantauan Kabar Sumatera, anak-anak ini ada yang diajak orang tua atau kakaknya

Mereka bersama orang tua atau kakaknya, ikut berdesakan dengan ribuan simpatisan dan pendukung partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran tersebut. Bahkan saat alunan musik dangdut dilantunkan, anak-anak ini ikut juga berjoged.

“Pantauan kita, masih banyak anak-anak yang dilibatkan termasuk dalam kampanye hari ini. Ini pelanggaran administrasi, namun Komisi Perlindungan Anak (KPA), bisa membawanya ke ranah pidana,” kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, Kurniawan yang dibincangi disela-sela memantau pelaksanaan kampanye PDI Perjuangan, kemarin.

Kurniawan menyebut, pelibatan anak-anak dalam kampanye itu dilakukan hampir oleh semua parpol peserta pemilu di Sumsel. “Ini sangat disesalkan, apapun alasannya, anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam kampanye. Kita sebenarnya sudah memperingatkan parpol, baik melalui surat maupun melalui media massa, tetapi masih membandel,” sesalnya.

Sementara itu, salah seorang anak yang menyebut bernama Rico (10), mengaku datang ke kampanye PDI Perjuangan di pelataran BKB, karena diajak pamannya. “Saya diajak paman, tetapi saya memang ingin ikut karena ingin melihat bu Mega,” kata siswa kelas III SD ini.

Pendidikan Politik

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, mengomentari banyaknya anak-anak dalam kampanye PDI Perjuangan tersebut. Mega dalam orasinya menyebut, terlibatnya anak-anak dalam kampanye bukan sebuah masalah. Harusnya kata Mega, itu juga tidak perlu dianggap pelanggaran.

“Anak-anak yang ikut kampanye itu kan punya orang tua, pastilah orang tua mereka yang mengajak. Kalau ditinggal dirumah mungkin nakal, jadi tidak masalah, yang penting bagaimana cara orang tua melindungi anaknya selama kampanye tersebut,” ucap Mega.

Menurut Mega, adanya aturan yang melarang terlibatnya anak-anak dalam kampanye, dinilai telalu berlebihan, seharusnya bisa dikaji ulang. “Anak-anak dalam kampanye, secara tidak langsung memberikan pelajaran politik terhadap anak sejak dini, harusnya pihak terkait harus tinjau ulang,” ujarnya.

Mega menyebutkan, dengan adanya pendidikan politik terhadap anak di usia dini, diharapkan mampu memberikan gambaran tentang politik Indonesia. “Setidaknya mereka bisa membedakan, mana yang baik mana yang cuma hanya berjanji saja,” urainya.

Dalam kesempatan itu, Mega juga mengajak masyarakat Sumsel untuk memilih PDI Perjuangan pada 9 April mendatang. Ia menegaskan, PDI Perjuangan menargetkan suara diatas 20 persen dari hasil Pileg, karena dengan cara itulah PDI Perjuangan bisa mencalonkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden (Capres).

“Kalau hanya 19, 9 persen saja tidak cukup. Jadi kalau ingin Presidennya Jokowi, ya harus 20 persen. Jokowi itu memang krempeng, tetapi dia tetap Banteng. Karenanya PDI Perjuangan, calonkan dia sebagai Capres,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster