Buntut Pembunuhan Barnas, Empat Rumah Dirusak dan Dibakar Warga

 771 total views,  2 views today

Rumah milik Roy yang dibakar warga

Rumah milik Roy yang dibakar warga

PALI – Aksi pembunuhan terhadap Barnas bin Banidi, warga Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Kamis (27/3), kemarin berbuntut panjang. Pembunuhan tersebut menyulut emosi dan marah warga.

Warga yang  merasa kesal terhadap aksi pembunuhan sadis itu, melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap empat rumah warga yang diduga milik para pelaku.

Keempat warga yang rumahnya dirusak itu adalah Basir bin Suharni, Roy bin Muhamad, Sito bin Holden. Rumah ketiganya dibakar habis oleh warga hinga rata dengan tanah. Sementara rumah milik Kasim bin Holden hanya dirusak saja.

Informasi yang berhasil dihimpun Kabar Sumatera, Kamis malam lalu, keluarga korban Barnas menggelar takziah dirumah korban di Desa Sungai Ibul. Seusai pelaksanaan takziah di rumah korban Barnas, warga bukannya pulang malah ingin melampiaskan kemarahannya terhadap orang yang diduga sebagai pelakunya.

“Ulah mereka (Pelaku) sangat sadis. Barnas dicincang dan ditembak. Jelas kami marah,” kata salah satu warga yang enggan disebut nama.

Sekitar pukul 20.00 WIB, warga yang sudah terlanjur emosi bergerak menuju rumah milik Roy dan Basir. Akibatnya, dalam waktu sekejap rumah keduanya pun rata dengan tanah. Puas melakukan pembakaran, warga pun bubar.

Tidak sampai disitu, pada pukul 02.00 WIB dinihari warga kembali bergerak menuju rumah Sito dan Kasim. Rumah Sito dibakar habis sementara rumah Kasim hanya dirusak saja.

Kepala Desa Sungai Ibul, Maryono yang dihubungi KabarSumatera membenarkan terjadinya pembakaran ini. Namun ia tidak bisa mengetahui warga mana saja yang melakukan pembakaran dan pengrusakan.

“Malam itu hari hujan dan listrik padam. Untuk keluar rumah pun takut. Jadi saya tidak tahu siapa yang melakukan pembakaran,” jelas Maryono.

Menurut Maryono keempat rumah tersebut sebenarnya sudah kosong sejak enam bulan lalu. Pemilik dan penghuninya sudah pergi meninggalkan Desa Sungai Ibul karena warga sudah tidak senang lagi terhadap keempatnya.

Selama ini, keempatnya dikenal sering meresahkan warga setempat. Tidak jarang keempatnya sering melakukan teror terhadap warga. Bahkan beberapa waktu lalu keempatnya sempat mengancam akan membakar Desa Sungai Ibul sampai rata dengan tanah.

Mendengar telah terjadi pengrusakan dan pembakaran, Kepolisian Sektor (Polsek), Talang Ubi langsung melakukan pengamanan untuk mengantisipasi meluasnya konflik. Polisi pun berjaga-jaga.

Polisi sudah kantongi identitas pelaku

Pada kasus pembunuhan terhadap Barnas, Polsek Talang Ubi pimpinan AKP Zai’an ZL sudah melakukan identifikasi dilokasi kejadian. Bahkan jajaran Polres Muara Enim dibawah komando Kasat Reskrim AKP Eryadi menurunkan tim identifikasi dan melakukan back up untuk mengungkap kasus ini.

Bahkan, saat ini polisi sudah mengantongi identitas para pelaku. Jajaran Polsek Talang Ubi dan Polres Muara Enim saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap tersangka. Pelaku diperkirakan lebih dari empat orang.

Informasi yang dikumpulkan Kabar Sumatera, para pelaku diperkirakan lebih dari empat orang. Hal ini ditunjukkan ditemukannya bekal nasi yang berserakan dihutan dekat terjadinya pembunuhan.

“Artinya para pelaku sudah merencanakan aksi pembunuhan ini dan sudah melakukan pengintaian sejak lama,” ungkap sumber itu.

Warga disekitar tempat itu juga mengungkapkan, saat kejadian dia sempat dikejutkan oleh bunyi letusan senjata api rakitan yang memekakkan telinga. Merasa penasaran  warga pun mengintai apa gerangan yang terjadi. Ternyata kepulan asap memenuhi TKP dan beberapa orang tampak memegang senpi dan sajam. Melihat pelaku beringas warga ketakutan dan memilih menyembunyikan diri.

“Asap bekas tembakan banyak, jadi idak jelas siapa mereka. Wajah pelaku tidak terlihat karena memakai sebo (penutup muka). Pelakunya banyak pak,” kata warga.

Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Talang Ubi AKP Zai’an ZL mengakui saat ini pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku. “Kita sudah memeriksa beberapa saksi. Dan identitas para tersangka pun sudah kita kantongi. Anggota kita saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap mereka (pelaku),” jelas Zai’an.

Saat ditanya inisial para pelaku, Zai’an enggan menyebutkan. “Jangan dulu,  karena anggota sedang melakukan pengejaran. Kita sudah bertekad kasus ini harus terungkap,” tegas Zai’an yang turun tangan langsung menangani kasus ini.

 

Teks  : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster